Program Jemput Bola Mampu Layani 500 Perekaman e-KTP dalam Sehari

METROSEMARANG.COM – Program jemput bola untuk pelaksanaan perekaman data elektronik KTP (e-KTP) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang diklaim cukup efektif.

Petugas Disdukcapil Kota Semarang lakukan perekaman data EKTP warga lansia di rumahnya di daerah Jagalan Semarang Tengah, Jumat (2/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Adi Trihananto mengatakan, dalam sehari petugasnya mampu melayani hingga 500 warga yang melakukan perekaman data e-KTP. Sehingga diyakini cukup efektif mengejar kekurangan perekaman data kependudukan.

Adapun jemput bola dilakukan, kata Adi Trihanantokarena hasil dari pencocokan dan penelitian (coklit)oleh KPU Kota Semarang ditemukan masih ada warga Semarang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun belum melaksanakan perekaman data.

‘’Apabila DPT belum pernah melaksanakan perekaman data maka yang bersangkutan nantinya tidak dapat menggunakan hak pilihnya di Pilgub JawaTengah,” katanya, Selasa (10/4).

Dari data antara KPU Kota Semarang dan Dispendukcapil terkait warga yang belum melaksanakan perekaman data e-KTP sendiri ada perbedaan. Yakni dari data KPU jumlahnya ada sekira 15.513 warga, sedangkan dari Dispendukcapil hanya sekira 5.000 orang.

‘’Oleh karena itu, dengan perekaman data melalui jemput bola ini sekaligus untuk melakukan pencocokan data, dan juga untuk mencetak e-KTP warga yang sudah memiliki surat keterangan perekaman,’’ terangnya.

‘’Permasalahan di warga, mereka ketika ditanya soal e-KTP bilangnya belum punya, padahal sudah merekam dan memiliki surat keterangan,” imbuhnya, soal adanya perbedaan data antara KPU dan Dispendukcapil.

Sementara itu, terkait pencetakan e-KTP Adi Trihananto menyebutkan saat ini sudah tidakada permasalahan blanko. Blanko tersedia dengan cukup dan alat pencetakan juga ada 6 unit yang 5 di antaranya dimaksimalkan untuk jemput bola perekaman data. Dan satu lagi tetap ditempatkan di kawasan Simpang Lima untuk melayani warga. (duh)

You might also like

Comments are closed.