Progress Pembangunan Bandara Ahmad Yani Minus 2,6 Persen

Sejumlah alat berat nampak mengerjakan pemasangan tiang pancang di lokasi proyek pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Sejumlah alat berat nampak mengerjakan pemasangan tiang pancang di lokasi proyek pembangunan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Proses pembangunan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang minus 2,6 persen dari target. Meski demikian, pimpinan proyek menyatakan pembangunan masih sesuai jadwal.

Pimpinan Proyek PT Angkasa Pura I, Indah Prihastuti, mengatakan, jika mengacu target perencanaan, saat ini pembangunan seharusnya sudah mencapai 16,18 persen. Namun karena beberapa hambatan, menjadikan progress baru mencapai 13,5 persen.

“Memang kita minus 2,6 persen, tapi secara umum masih on schedule,” katanya, saat pemaparan di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lokasi proyek, Kamis (7/5).

Hambatan terbesar adalah tanah yang berupa rawa-rawa. Kontur tanah yang bagai bubur ini menurut Indah, membuat pekerjaan lambat. Meski demikian, para pekerja terus melakukan rekayasa enginering agar bisa menaklukkan kesulitan itu.

“Rekayasanya tanah di tiang pancang diurug. Rata kedalamannya antara 33-36 meter. Tahun 2017, seluruh pengerjaan akan selesai,” seru dia.

Dijelaskan Indah, proyek bandara ditarget selesai tahun 2017. Terminal baru nanti direncanakan seluas 40.900 m2, apron pesawat 61.344 m2 dan parkir seluas 43.500 m2.

Saat ini, pembangunan masih menginjak tahap satu yang meliputi pembangunan jalan akses dari dan menuju bandara. Tahap ini dikerjakanPT Hutama Karya beserta PT Nindya Karya (KSO) dengan anggaran Rp Rp 286,4 miliar. Hingga saat ini, mereka baru berusaha melakukan pengurukan jalan kerja dan pemancangan tiang pancang.

Tiang pancang atau paku beton yang sudah terpasang mencapai 1.345 buah. “Masih kurang 200 tiang pancang lagi,” tukas Indah.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani ini terdiri atas empat tahap. Setelah tahap pertama pengerjaan lahan dan jalan akses, berlanjut tahap kedua pengerjaan Apron dan Taxiway dengan anggaran Rp 155,9 miliar. Paket kedua dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Hingga kini paket kedua masih melakukan persiapan-persiapan pembangunan. Tahap ketiga, pembangunan terminal serta paket keempat bangunan penunjang dan pelengkap, seperti penginapan atau supermarket. Namun, untuk paket tiga dan empat belum ada proses lelang.

“Paket 1 diperkirakan selesai Februari 2016, itu lahan dan jalan akses selesai semuya. Baru kemudian apron, taxiway, dan terminal bisa dibangun,” katanya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, sementara bandara baru sedang dibangun, masyarakat mengeluhkan kondisi bandara lama. Terutama masalah parkir yang sudah tidak mampu menampung banyaknya kendaraan pengunjung.

“Saya sudah meminta PT Angkasapura 1 sebagai operator bandara untuk mencari solusi. Katanya lahan parkir akan diperluas, mungkin belum bisa menyelesaikan semua, tapi setidaknya sudah ada upaya, sambil sabar menunggu bandara baru,” katanya. (byo)

You might also like

Comments are closed.