Protes Kenaikan BBM, HMI Sembelih Ayam di Depan Gubernuran

Massa HMI memprotes kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Massa HMI memprotes kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Keputusan pemerintahan Jokowi terkait penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) terus menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat. Penolakan juga disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UIN Walisongo, dengan menggelar aksi damai di depan Gubernuran Jateng, Senin (30/3) siang.

Massa HMI mempertanyakan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM jenis premium dan solar yang dinilai bakal membebani rakyat. Dalam aksi tersebut, mereka juga menyembelih seekor ayam sebagi simbol matinya pemerintahan Jokowi-JK.

“Pemerintah telah mati, Jokowi telah mati. Jika tidak bisa memahami dan menyelesaikan persoalan ini (BBM), silakan Jokowi pulang ke Solo,” tegas Nur Kholis, koordinator aksi.

Dalam aksi damai ini para demonstran menuntut pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan terkait keputusan harga BBM. Selain itu, mereka berharap pemerintah untuk mengusut tuntas para mafia migas yang dirasa sangat merugikan negara.

“Tolong Pak Jokowi, ganti tim ekonomi pemerintahan yang berpaham neo-liberal menjadi paham ekonomi Pancasila agar rakyat tidak terus sengsara,” tambahnya.

Aksi berlangsung sekitar satu jam. Namun, tak ada satu pun perwakilan dari DPRD Jateng yang menemui. “Kami tidak ingin rusuh dalam aksi damai ini, karena sifatnya hanya teguran kepada pemerintahan Jokowi. Tapi kalau tidak ada respons dari pemerintah, kami akan menggelar aksi yang lebih besar,” terang Nur Kholis. (ans)

You might also like

Comments are closed.