Protes Penggusuran, PKL Polder Tawang Datangi Dewan

METROSEMARANG.COM – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Polder Tawang Semarang yang tidak terma digusur oleh pemerintah mengadukan nasibnya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

PKL Polder Tawang saat mengeluhkan penggusuran kepada Komisi B DPRD Kota Semarang, Rabu (21/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Mereka diterima oleh sejumlah Komisi B DPRD Kota Semarang yang membidangi masalah perekonomian di ruang komisi B, Rabu (21/2). Mereka meminta supaya dapat diperbolehkan berjualan lagi di sekitaran Polder Tawang.

Ketua Paguyuban PKL Kawasan Polder Tawang, Kiswandi mengatakan, pihaknya mengharapkan diperbolehkan lagi berjualan di tempat semula karena di lokasi tersebut cukup strategis, yakni mudah dijangkau oleh konsumen.

‘’Lapak berjualan kami telah digusur oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Kami meminta supaya dapat diperbolehkan berjualan lagi di sekitar Polder Tawang,’’ kata Kiswandi.

Dia menyatakan, pedagang siap ditata agar keberadaannya di sekitaran Polder Tawang nanti menjadi lebih rapi. Yang penting pedagang tetap diperbolehkan berjualan sebab lokasi di sekitaran Polder Tawang itu sangat strategis dan menguntungkan.

‘’Kalaupun harus direlokasi jumlah kami hanya sekitar 30 orang, maka kami berharap supaya tempatnya tidak jauh dari Polder Tawang,’’ tegasnya.

Atas aduan pedagang ini, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet meminta agar pemerintah tidak asal menggusur pedagang. Namun dilakukan penataan supaya keindahan Kota Lama dapat terjaga dengan baik dan pedagang tidak dirugikan. (duh)

You might also like

Comments are closed.