Proyek APK Tersendat, Gerindra Gugat KPU

METROSEMARANG.COM – Elite politik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) segera melayangkan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyusul adanya pemasangan alat peraga kampanye untuk Pilgub Jateng yang tersendat hingga saat ini.

Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Musababnya, petinggi partai berlambang kepala garuda mencium dugaan kongkalikong KPU dengan calon petahana Ganjar Pranowo yang ikut maju Pilgub.

Seperti diketahui, di Pilgub, Ganjar berpasangan dengan Taj Yasin yang bersaing dengan Sudirman Said yang menggandeng Ida Fauziyah.

Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro mengungkapkan, gugatan kemungkinan akan dilayangkan bila tim suksesnya menemukan adanya kesalahan prosedur maupun adanya indikasi keterlibatan KPU dalam mendukung salah satu pasangan calon.

“Jika memang KPU memihak calon sebelah, maka tidak menutup kemungkinan akan kami layangkan gugatannya,” tegasnya saat ditemui di posko pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jalan Pamularsih, Semarang, Rabu (4/4).

Indikasi keterlibatan KPU mendukung Ganjar itu menyeruak setelah pihaknya menemukan tidak ada satupun APK Sudirman-Ida yang dipasang oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Padahal, katanya tim pemenangan Sudirman Said yang dipimpin koalisi Gerindra, PAN, PKS, PKB telah menggelontorkan dana mencapai Rp 1,3 triliun untuk membiayai pengadaan APK oleh KPU.

“Sudah dianggarkan Rp 1,3 triliun tapi semua APK malah dikembalikan kepada kita. Alasannya, tiang besinya tidak sesuai spek, gagal lelang dan lain sebagainya. Akhirnya kita yang dirugikan, APK yang jumlahnya berton-ton itu menumpuk di markas kami,” keluhnya.

Alhasil, pihaknya terpaksa membagikan APK tersebut kepada setiap pengurus ranting sampai DPC kabupaten/kota secara manual.

Dampak lainnya, menurutnya Sudirman Said maupun Ida Fauziyah harus melakukan kampanye masif tanpa didukung fasilitas APK dari KPU.

“Tentunya hal ini menguatkan dugaan tersebut. Akan kami pelajari, akan kami telusuri masalah ini. Sebab, petahana lebih diuntungkan ketimbang kami yang mengusung pendatang baru di Pilgub Jawa Tengah,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.