Proyek Graha Candi Golf Bikin Warga Jangli Sesak Napas hingga Demam

Proyek pembangunan Graha Candi Golf yang berdekatan dengan permukiman warga, berdampak pada kerusakan jalan dan keluhan sesak napas. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Proyek pembangunan Graha Candi Golf yang berdekatan dengan permukiman warga, berdampak pada kerusakan jalan dan keluhan sesak napas. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Proyek pembangunan Perumahan Graha Candi Golf ternyata tidak hanya berimbas pada kerusakan jalan. Banyak dari warga Kelurahan Jangli, Tembalang juga mengeluh mengalami gejala sesak napas, batuk pilek, hingga demam.

Banyaknya debu yang bertebaran saat pembangunan berlangsung diduga menjadi penyebab gejala ini. Rata-rata gejala tersebut dialami oleh warga yang rumahnya tidak jauh dari proyek pembangunan.

Menurut warga RT 6 RW 2 Jangli Gabeng, Tri Andayani (33), biasanya proyek pembangunan berlangsung mulai sekitar pukul 09.00 – 21.00 WIB. Selama itu, debu terus bertebaran di sekitar rumahnya yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi pembangunan.

“Sejak proyek ini dilanjutkan sekitar dua bulanan lalu, warga sering mengalami sesak napas, batuk pilek, dan demam. Debunya pada nempel di jemuran dan lantai, jadi harus sering ngepel. Toples, gorengan, dan gelas di warung saya juga sering kena debu,” keluhnya kepada metrosemarang.com, Selasa (26/5).

Tri menambahkan, sementara ini beberapa gejala yang diduga akibat proyek pembangunan Graha Candi Golf tersebut dialami oleh anak-anak dan warga lanjut usia. “Saya punya dua anak kecil, mereka juga sempat demam. Tetangga lainnya juga mengeluhkan itu, anaknya dan ibu atau bapaknya yang sudah tua juga pada sesak napas dan demam,” terangnya.

Naning Nuryanti (33) warga Jangli RT 7 RW 1 membenarkan bahwa proyek pembangunan Graha Candi Golf berimbas pada gejala sesak napas, batuk pilek, dan demam yang dialami warga. Bahkan, menurut keterangan darinya, untuk sekarang ini sebanyak 8-10 anak warga Jangli RT 7 RW 1 sedang menderita sesak napas dan demam.

“Ini juga lagi musim kemarau, ditambah ada pembangunan besar kaya gitu, pasti banyak debu. Sebenarnya dari Candi Golf juga sudah menyirami air, tapi gak rutin,” ungkapnya.

Naning pun  mengaku sempat bersama warga lainnya mengajukan protes ke Kelurahan Jangli. Namun sampai saat ini belum ada tindakan yang spesifik untuk menangani keresahan tersebut. (ans)

You might also like

Comments are closed.