Proyek Mangrove 24 Ribu Hektar Dianggap Bahayakan Penerbangan Semarang

SEMARANG – Aktivitas penanaman mangrove seluas 24 ribu hektar yang berada dibawah terminal apung Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, diminta segera dihentikan. Musababnya, tanaman mangrove yang tumbuh di sekitar terminal penumpang berpotensi meningkatkan populasi burung besar sehingga membahayakan pesawat terbang yang melintas di langit Ibukota Jateng.

penanaman mangrove
PIII Jateng menanam bibit mangrove di Pantai Maron, Rabu (8/11). Foto: istimewa

Fakta tersebut terungkap tatkala Anggota Komisi V dari F-PKS DPR RI, Sigit Sosiantomo, meninjau langsung kesiapan operasional terminal apung Bandara Ahmad Yani, Kamis (26/4).

“Banyaknya mangrove yang ditanam di sekitar terminal apung Bandara Ahmad Yani justru membahayakan aktivitas penerbangan. Saya sarankan agar ini dihentikan, sebab mangrove menjadi sarang burung berbadan besar seperti elang yang bisa mengganggu pesawat yang landing maupun take off. Kawanan burung jadi hama dan harus disingkirkan,” kata Sigit.

Ia menerangkan pembuatan mangrove seharusnya dikerjakan pada jarak yang jauh dari bandara. Karena keberadaan tanaman mangrove bisa mengundang kawanan burung untuk hinggap di beberapa spot penerbangan yang ada di Bandara Ahmad Yani.

“Berbeda dengan Bandara Cengkareng, walau ada mangrove tapi jaraknya jauh. Kalau di sini kan enggak, terlalu dekat dengan terminal apung,” kata Sigit. Ia pun menyebut secara keseluruhan operasional terminal apung Bandara Ahmad Yani belum layak dilakukan pada akhir Mei nanti atau ketika Lebaran tiba.

Ia menyoroti banyaknya sarana dan prasarana penunjang yang belum dipasang. Salah satunya, fasilitas-fasilitas sesuai standar minimum macam toilet, lampu, serta fasilitas keamanan lainnya.bandara

“Ini terlalu dipaksakan jika dioperasionalkan saat Mei atau Juni. Janganlah terburu-buru. Operasional semestinya dikerjakan bila terminal apungnya sudah rampung dibangun. Supaya masyarakat bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Pengelola Bandara Ahmad Yani, kata Sigit juga belum melakukan simulasi operasional terminal apung bagi para penumpang pesawat. Padahal, tahapan tersebut penting dilakukan agar penumpang tidak kebingungan saat masuk terminal apung.

Namun, saat dikonfirmasi, Israwadi, Coorporate Secretary PT Angkasa Pura I, menyatakan tetap bersikukuh untuk tetap mengoperasikan perdana terminal apung saat Lebaran nanti. Ia menganggap pembangunan terminal apung sudah mencapai 75 persen lebih dan tinggal merapihkan beberapa bagian bangunannya saja.

“Tinggal kita pasang dindingnya, fasilitas toiletnya. Tentu tidak bisa semuanya dioperasionalkan, tetap bertahap sembari menunggu inspeksi yang dilakukan pihak Kemenhub Mei nanti,” imbuhnya.

Terkait proyek mangrove seluas 24 ribu hektar, ia menilai hal itu sudah sesuai pemanfaatannya untuk memperkuat ekosistem tanaman laut. Jadi, menurutnya, populasi burung diatas mangrove sudah dilokalisir agar tidak menganggu penerbangan. (far)

You might also like

Comments are closed.