Proyek Pasar Johar Molor, Dinas Perdagangan Bilang Masih Wajar

METROSEMARANG.COM – Dinas Perdagangan Kota Semarang menganggap wajar soal kontraktor pembangunan Pasar Johar tahap pertama yang hanya akan mampu menyelesaikan sekitar 50% pekerjaan sampai akhir masa kontrak pada 18 Desember 2017.

Proyek pembangunan Pasar Johar diprediksi tidak tuntas 100 persen sampai akhir tahun 2017. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kontrak pembangunan pasar di bekas lokasi Pasar Kanjengan blok C dan D itu dimulai 20 Oktober sampai 18 Desember 2017 atau sekitar 60 hari. Saat ini progresnya masih positif hampir sekitar 10%.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, kontraktor telah melaksanakan perintahnya untuk dikerjakan 24 jam nonstop sebanyak 3 sift. Peralatan yang digunakan juga telah maksimal mengingat luas lahan yang dikerjakan hanya 50×50 meter.

”Alat borpile sudah masuk 5, hari ini diperkirakan akan mencapai 115 titik (tiang pancang dengan sistem borpile) yang masuk (dipasang). Karena setiap hari minimal 12 tiang pancang yang dipasang,” katanya, Kamis (16/11).

Dia menilai wajar jika nantinya kontraktor hanya bisa menyelesaikan sekitar 50%. Namun pihaknya telah berkomunikasi dengan kontraktor yang menyatakan jika bisa diperpanjang masa kontraknya hingga 28 Januari 2018, maka bisa menyelesaikan pekerjaan hingga 100%.

”Jadi hal ini (hanya mampu menyelesaikan 50%), karena anggaran pusat turun September, kegiatan lelang satu bulan dan dibuat kontrak 30 Oktober. Jadi memang untuk 100% selesai kelihatannya memang berat,” terangnya soal bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan Pasar Johar tahap pertama Rp 90 miliar.

Namun dari konsultasi pihaknya bersama kontraktor ke pemerintah pusat, ada dua penasfiran Peraturan Menteri Keuangan Nomer 243 Tahun 2016 soal perpanjangan masa kontrak pekerjaan proyek.

Menurut Fajar, pihaknya menafsirkan perpanjangan waktu bisa dilaksanakan hingga awal tahun 2018. Namun dari kementerian berpendapat perpanjangan hanya bisa dilakukan di dalam tahun anggaran berjalannya proyek alias masih di masa tahun 2017.

”Kami akan menyamakan persepsi lagi dengan kementerian, seandainya ini bisa perpanjangan waktu sampai awal tahun kontraktor siap menyelesaikan 100%. Tapi kalau hanya sampai 31 Desember 2017 kontraktor menyatakan hanya bisa sekitar 84,56%,” jelasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.