PSCS vs PSIS: Kental Aroma Dendam

image
Fauzan Fajri dkk bakal melakoni duel panas kontra PSCS Cilacap

CILACAP – PSIS harus melakoni duel panas saat berkunjung ke markas PSCS Cilacap, Selasa (16/9) malam. Laga keras, berbalut dendam bakal tersaji di Stadion Wijayakusuma. Tuan rumah butuh kemenangan untuk mempertahankan kans ke delapan besar, sedangkan Mahesa Jenar hanya butuh satu angka untuk memastikan lolos ke perempatfinal.

Aroma dendam sudah terasa sejak PSIS menjajal lapangan Stadion Wijayakusuma, Senin (15/9) sore. Suporter tuan rumah yang masih ‘sakit hati’ dengan gol penalti Julio Alcorse di pertemuan pertama, mencoba meneror anak-anak Semarang.

Pelatih PSCS Gatot Barnowo pun sudah merancang skenario balas dendam dengan Mahesa Jenar. “Kami akan beri pelajaran pada PSIS di Cilacap. Kita lihat saja bagaimana kami bisa memenangkan pertandingan,” katanya.

Tapi, ambisi Gatot tersebut tidak didukung dengan kesiapan pasukannya. Empat pilar Laskar Nusakambangan terancam absen di matchday 4 babak 16 besar ini. Mereka adalah Arif ‘acong’ Sarifudin, Wahyu Tri Harjanto, Andri Siswanto dan Saeful Amar.

“Ini pertandingan penting. Kami berharap semua pemain terbaik siap tampil. Tapi, kalau memang harus ada yang berhalangan, kami juga sudah siapkan penggantinya,” imbuh eks pemain PSIM Yogyakarta ini.

Sementara, pelatih PSIS Eko Riyadi sudah pasti kehiangan Welly Siagian yang terkena akumulasi kartu dan Franky Mahendra yang masih bermasalah dengan engkelnya. “Kami akan berusaha ambil poin di sini, apapun kondisinya. Saya berharap pertandigan bisa berjalan secara fair,” tuturnya.

Persaingan di Grup J semakin panas, setelah di partai lainnya, Pro Duta sukses menjungkalkam tamunya Persikabo dengan skor 3-2. Hasil itu menempatkan Kuda Pegassus di tangga kedua klasemen dengan koleksi enam angka. (*)

PRAKIRAAN PEMAIN
PSIS 3-5-2: Catur Adi–Anam Sahrul, Fauzan Fajri, Safrudin Tahar; Ediyanto, M Yunus, Andi Rohmad, Nufiandani, Saptono; Julio Alcorse

PSCS 3-5-2: Ega Risky–Haudi Abdilah, Erick Awoundja, M Arifin; Julia Mardianus, Rastiawan, Andesi, Eka Wijayanto, Heru Nerli; Taryono, Roberto Kwateh

You might also like

Comments are closed.