Tumbangkan “Wong Kito”, PSIS Anggap Kemenangannya Pantas

Sriwijaya FC Dikecewakan Wasit

Sriwijaya FC mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Zalnando dikartu merah di menit 64. Bek kiri Sriwijaya itu mendapat kartu kuning kedua

LAGA penuh drama berlangsung di Stadion Moch Soebroto Magelang, Selasa, 23 Oktober 2018. Tuan rumah, PSIS Semarang menjamu Sriwijaya FC hari itu. Peluang demi peluang dihasilkan penggawa Laskar Mahesa Jenar. Namun gol tak kunjung tercipta hingga separuh laga.

Susunan PemainPSIS 4-2-3-1: Jandia Eka Putra–Safrudin Tahar, Fauzan Fajri, Rio Saputro, Gilang Ginarsa; Nerius Alom, Ibrahim Conteh; Komarudin, Bayu Nugroho, Hari Nur Yulianto; Bruno Silva

Sriwijaya FC: 4-2-3-1: Teja Pakualam–Zalnando, Alan Henrique, Achmad Faris, Marckho Sandi; Yu Hyunkoo, Zulfiandi; Esteban Viscarra, Yogi Rahadian, Manu Jalilov; Beto Goncalves

 

Baru 10 menit laga berjalan, PSIS sudah mendapat peluang melalui Hari Nur Yulianto. Namun sepakan kapten PSIS itu masih bisa ditepis oleh kiper Sriwijaya FC, Teja Pakualam. Bruno Silva kemudian mencoba peruntungan di menit 16. Tapi eksekusinya melebar di sisi kiri gawang.

PSIS terus menekan dan kembali memeroleh peluang di menit 21. Kali ini tendangan Ibrahim Conteh dari luar kotak penalti juga dimentahkan Teja Pakualam. Peluang pertama tim tamu hadir di menit 24. Umpan silang dari sayap kanan diakhiri sundulan Esteban Viscarra, tapi bola mengarah tepat kepada kiper PSIS, Jandia Eka.

Pada menit ke-29, Hari Nur yang menusuk dari sisi kiri berhasil masuk ke area penalti. Alih-alih mengeksekusi langsung, Hari justru mengirim bola kepada Bruno namun lebih dulu disapu Alan Henrique.

PSIS vs sriwijaya
Hari Nur Yulianto berduel dengan bek Sriwijaya FC, Marckho Sandy. PSIS berhasil menang atas Sriwijaya dan naik ke peringkat 9. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Sriwijaya memiliki kans memimpin di menit 36. Dari skema sepak pojok, bola berhasil disundul Alan Henrique tapi Jandia sigap mengamankan gawang.

Dua menit kemudian Bayu Nugroho menyia-nyiakan umpan Hari Nur. Sepakannya melayang di atas mistar. Tendangan bebas Bruno Silva di menit 40 juga terlalu mudah buat Teja Pakualam. Skor kacamata menutup paruh pertama.

 

Lampu Padam “Bumbui” Drama

Wasit harus menghentikan pertandingan saat babak kedua berlangsung tiga menit gara-gara lampu stadion padam. Setelah 10 menit, laga kembali dilanjutkan. Namun lampu kembali padam di menit 58.

Pertandingan dilanjutkan usai terhenti selama 10 menit. Baru dua menit, lampu lagi-lagi bermasalah dan laga kembali tertunda untuk kali ketiga.

Sriwijaya harus bermain dengan 10 pemain setelah Zalnando dikartu merah di menit 64. Unggul jumlah personel, PSIS makin leluasa mengacak-acak pertahanan Laskar Wong Kito.

psis sriwijaya
Bayu Nugroho (kiri) jadi tumpuan PSIS menggedor pertahanan Laskar Wong Kito. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Menit 66 peluang Bayu Nugroho digagalkan Teja Pakualam. Sriwijaya sempat mengancam melalui Jalilov di menit 68, tapi bola hanya menyamping di kiri gawang.

PSIS kian gencar melancarkan tekanan di 10 menit akhir. Hari Nur melewatkan peluang emas di menit 82. Hari berhasil mengecoh dua bek lawan di dalam kotak penalti. Sayang bola malah dikirim ke atas mistar.

Dua menit jelang waktu normal tuntas, Aldaier Makatindu nyaris memecah kebuntuan. Lolos dari perangkap offside, pemain yang menggantikan Bayu Nugroho itu tinggal berhadapan dengan kiper, tapi eksekusinya bisa diblok Teja Pakualam.

Teja lagi-lagi jadi penyelamat Sriwijaya di ketika menepis tendangan keras Ibrahim Conteh di menit 90. Peluang emas kembali datang dua menit kemudian lewat Conteh. Gelandang Sierra Leone melepas tendangan dari luar kotak penalti tapi bola masih bisa disapu bek Sriwijaya tepat di garis gawang.

 

Gol Telat Bruno Silva

Serbuan gencar PSIS akhirnya berbuah hasil saat laga memasuki menit 90+4. Terjadi kemelut di area penalti yang memaksa Teja keluar untuk meninju bola. Sial, bola justru jatuh di kaki Aldaier Makatindu yang berada di sisi kanan pertahanan Sriwijaya.

psis sriwijaya
Bruno Silva jadi penentu kemenangan PSIS atas Sriwijaya FC. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Pemain bernomor 11 itu dengan cerdik mengirim bola melewati kepala Teja dan bek Achmad Faris. Bruno Silva tanpa kesulitan menyundul bola ke dalam gawang yang sudah kosong.

Pertandingan sempat tertunda beberapa saat karena pemain-pemain Sriwijaya melakukan protes. Namun wasit bergeming. Gol telat Bruno Silva di pengujung laga memastikan kemenangan Mahesa Jenar. PSIS menuntaskan laga dengan keunggulan 1-0.

 

Dominasi PSIS

Dominasi PSIS tampak kentara. Delapan peluang diciptakan PSIS sebelum jeda. Namun empat diantaranya digagalkan kiper. Sedangkan Sriwijaya hanya dua kali mengancam melalui Manu Dzalilov dan Alan Henrique.

Dominasi PSIS masih berlanjut di babak kedua. Apalagi sejak Zalnando dikartu merah yang membuat Laskar Wong Kito harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 64. Namun PSIS harus menunggu sampai detik-detik akhir untuk memastikan kemenangan melalui heading Bruno Silva.

PSIS Sriwijaya
Ibrahim Conteh diharapkan kembali menampilkan performa terbaik untuk membantu PSIS mengalahkan Sriwijaya FC. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

“Sriwijaya bertahan dengan luar biasa bagus dan kami berusaha membongkar pertahanan mereka sejak babak pertama dan pada akhirnya kami bisa memanfaatkan peluang di menit-menit akhir,” kata Jafri Sastra, Pelatih PSIS.

Keunggulan jumlah pemain, menurut Jafri justru mengganggu permainan anak asuhnya. “Saya instruksikan pemain agar bisa sabar dan berani memainkan bola. Sebenarnya sudah berhasil, tapi setelah pemain lawan diganjar kartu merah, anak-anak justru kurang tenang. Mereka terburu-buru memainkan direct ball sehingga mudah dipatahkan pemain Sriwijaya yang sudah menunggu di kotak penalti,” bebernya.

 

Kekecewaan Sriwijaya FC

Kapten Sriwijaya FC, Yoo Hyun-goo tak kuasa menahan tangis usai timnya menelan kekalahan dari PSIS Semarang. Gelandang berpaspor Korea Selatan itu menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai merusak permainan.

Sriwijaya FC datang ke Magelang dengan misi memutus tren negatif dalam dua laga sebelumnya. Klub berjuluk Laskar Wong Kito kalah beruntun dari Bhayangkara FC dan PSMS Medan yang berujung dengan pemecatan Subangkit sebagai pelatih kepala.

sriwijaya FC
Kapten Sriwijaya FC, Yoo Hyun-goo kecewa dengan kekalahan timnya. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Namun, Yoo Hyun-goo dkk harus gigit jari. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Kekalahan itu terasa menyesakkan karena gol kemenangan PSIS lahir saat babak kedua memasuki menit keempat injury time.

Gol yang diukir Bruno Silva mereka anggap tidak sah. Striker PSIS itu dinilai dalam posisi offside. “Kami datang jauh-jauh dengan persiapan yang matang karena ingin bangkit setelah kekalahan kemarin. Tapi semua sia-sia. Kami lebih baik tidak usah latihan kalau hanya untuk kalah seperti ini,” kata Hyun-goo, selepas pertandingan.

Kapten Sriwijaya itu tak mampu membendung emosi. “Kami ingin menang di sini karena posisi Kami ada di bawah. Teman-teman kecewa karena semua sudah melakukan persiapan sungguh-sungguh. Kami kalah karena wasit,” ucapnya dengan terbata-bata.

Sriwijaya FC mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Zalnando dikartu merah di menit 64. Bek kiri Sriwijaya itu mendapat kartu kuning kedua karena melakukan pelanggaran keras terhadap Hari Nur Yulianto.

Kehilangan satu pemain membuat Laskar Wong Kito kesulitan mengimbangi tuan rumah. Permainan mutlak menjadi milik PSIS yang terus membombardir pertahanan Sriwijaya yang sebetulnya kuat. Rapatnya pertahanan itu mampu mementahkan sekitar enam peluang yang dihasilkan PSIS.

Pelatih Sriwijaya FC, Angel Alfredo Vera juga mengungkapkan kekesalannya dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan. Ini menjadi pengalaman kedua bagi pelatih asal Brasil bermain di Moch Soebroto. Di putaran pertama dia datang bersama Persebaya.

“Permainan seimbang saat kedua tim sama-sama main 11 orang. Kita juga punya peluang bagus untuk buka skor tapi masih kurang beruntung. Setelah itu menurut saya pertandingan sudah tidak kondusif,” tukasnya.

“Ada beberapa pelanggaran buat kami, tapi tidak dikasih (hukuman-red) sama wasit. Saya tak mau banyak bicara karena pertandingan sudah berakhir. Tapi saya kecewa karena ini pertandingan penting buat Sriwijaya,” suksesor Subangkit itu menambahkan.

 

10 Besar

Kemenangan atas Sriwijaya FC dalam laga kandang kali ini menambah tiga angka untuk PSIS. Rupanya tren positif PSIS bersama Jafri Sastra masih berlanjut. Kemenangan ini juga membuat PSIS naik dua setrip ke posisi 9 dengan torehan 36 poin, menggusur Arema FC dan Persipura Jayapura.

Ini adalah kemenangan ketiga secara berturut-turut musim ini. Sebelumnya mereka mengalahkan Barito Putera di pekan 25 dan PS Tira di pekan berikutnya. Kemenangan ini menjadi modal penting sebelum laga tandang ke kandang Mitra Kukar, Minggu, 28 Oktober 2018.

Sedangkan, kekalahan Sriwijaya membuat mereka tak beranjak dari peringkat 15 dengan poin 30. Mereka rawan tergusur oleh Perseru Serui atau PS Tira yang akan memainkan pertandingan pada Rabu, 24 Oktober 2018. (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

 

You might also like

Comments are closed.