PSIS Buktikan Keganasan Permainan Kandang Bajul Ijo

Tutup Musim dengan 0-1

Grafik performa Persebaya terus meningkat, rekor kandangnya mentereng. Jafri putar otak untuk setidaknya dapat mengadang serangan Juara Liga 2 tahun 2017 itu

LAGA terakhir PSIS di Liga 1 musim ini cukup membuat pelatih Jafri Sastra ngeri. Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya. Jafri telah menandai keganasan pasukan Bajul Ijo itu.

liga 1 berakhir
Hari Nur Yulianto (kanan) akan memimpin PSIS meredam tuan rumah Persebaya. (Foto: metrojateng.com/tri wuryono)

Kendati mereka baru saja pulang dari markas PSMS Medan dengan kekalahan 0-4, tapi jejak kemenangan armada besutan Dhahang Nurjaman itu sebelumnya, tak bisa diabaikan begitu saja. Empat kemenangan berantai, tiga diantaranya dipetik di kandang sendiri.

Madura United, Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bhayangkara FC telah merasakan keganasan Rendi Irwan cs di Gelora Bung Tomo. Bahkan tim-tim tersebut tak mampu mengoyak gawang Miswar Saputra.

Jelas, Bajul Ijo lebih ganas saat di kandang. Padahal duel PSIS dengan Persebaya ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. “Saya berdoa, mudah-mudahan Persebaya tidak seganas saat bertemu tim papan atas. Supaya PSIS tidak dibantai,” kata Jafri saat sesi prematch.

Ini adalah pertandingan pekan 34. Persebaya dan PSIS hanya dipisahkan satu poin di tabel klasemen. Bajul Ijo mengoleksi 47 poin dan bertengger di peringkat keenam, sedangkan Mahesa Jenar menghuni peringkat sembilan dengan poin 46.

Grafik performa Persebaya terus meningkat, rekor kandangnya mentereng. Jafri putar otak untuk setidaknya dapat mengadang serangan Juara Liga 2 tahun 2017 itu. “Penting bagi kami tampil disiplin sepanjang pertandingan agar tidak menjadi korban seperti tim-tim lain,” tandas Jafri.

 

Pertaruhan Tim-Tim Promosi

Dua tim ini sama-sama mengintip peluang menyodok ke papan atas klasemen akhir. Duel ini bukan sekadar formalitas, setelah kedua kubu dipastikan bertahan di Liga 1. Melainkan ajang pembuktian dua tim promosi yang sama-sama mencuat di akhir kompetisi.

Bajul Ijo memiliki rekor apik dalam empat laga kandang terkini dengan menyapu bersih kemenangan. Gelandang Borneo FC, Tijani Belaid adalah pemain terakhir yang sukses membobol gawang Miswar Saputra di Gelora Bung Tomo saat berduel dengan Persebaya dengan hasil akhir 0-1, 13 Oktober 2018 silam.

Bajul Ijo kini berada di papan tengah klasemen dengan raihan 47 poin. Mereka butuh tiga poin demi menyodok ke papan atas. “Pertandingan ini akan menentukan bagi kedua tim untuk naik ke papan atas. Kami ingin menutup pertandingan musim ini dengan kemenangan sekaligus memuaskan suporter,” kata pelatih Persebaya Dhahang Nurjaman sebelum laga.

Jika menang, Persebaya akan naik dua setrip ke peringkat empat, menggusur Bhayangkara FC. Pergerakan Bruno Silva menjadi target pengawasan. “PSIS punya pemain-pemain cepat,” kata Dhadhang.

Sedangkan PSIS yang berada di peringkat ke-9 dengan poin 46, berpeluang menyodok ke lima besar. Pelatih Jafri Sastra mempersiapkan Hari Nur Yulianto dkk untuk meredam keganasan Persebaya. Ia tak mau memusingkan tekanan suporter tuan rumah yang berpotensi menghadirkan teror untuk timnya.

“Saya percaya suporter akan memberi dukungan kepada kedua tim, karena sepakbola adalah sebuah hiburan. Dan pemain kami sudah terbiasa main di hadapan ribuan orang,” bebernya.

Tim dari Ibukota Jawa Tengah itu sudah dipastikan bakal kembali berlaga di Liga 1 musim depan. Pada pertemuan pertama di Magelang, PSIS berhasil mengatasi Persebaya dengan skor 1-0 lewat gol Komarudin.

Sayangnya dalam laga kali ini, kedua pelatih sama-sama tidak bisa menampilkan komposisi terbaik. Persebaya minus Osvaldo Haay, sedangkan Mahesa Jenar ditinggal Ibrahim Conteh dan Frendi Saputra yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Bek Rio Saputro juga berhalangan karena cedera.

Susunan Pemain

Persebaya 4-3-3: Miswar Saputra–M Syaifuddin, Otavio Dutra, Rachmat Irianto, Ruben Sanadi, Fandi Eko Utomo, Misbakus Solikin, Rendi Irwan; Octavianus Fernando, David da Silva, Irfan Jaya

PSIS 4-2-3-1: Joko Ribowo–Gilang Ginarsa, Petar Planic, Haudi Abdillah, Safrudin Taha, M Yunus, Nerius Alom, Komarudin, Bayu Nugroho, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva

 

Pertarungan 2 Bomber

Duel Persebaya Surabaya versus PSIS Semarang menjadi ertarungan dua bomber subur di kedua kubu. Jika Persebaya punya David da Silva, PSIS akan mengandalkan Bruno Silva. Kedua Silva itu sanggup menggusur Marko Simic dan Ezechiel Ndouasel di daftar top skor Liga 1.

David da Silva, pemain yang dicampakkan Bhayangkara FC tampil menggila dan sejauh ini menjadi pemain tersubur dengan torehan 20 gol. Dengan donasi 20 gol sejauh ini, tak ada yang meragukan kualitas penyerang 29 tahun itu sebagai predator kotak penalti. Pada pertemuan pertama di Magelang, David Silva baru tampil di babak kedua dan tak mampu menghindarkan Persebaya dari kekalahan 0-1.

Sementara, Bruno Silva yang sempat dilabeli sebagai pembelian gagal, membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu aktor penting di balik kebangkitan PSIS. Hanya menghasilkan empat gol hingga paruh musim, pemain 27 tahun itu lantas tampil trengginas di putaran kedua. Bruno pun menjadi top skor di paruh kedua kompetisi dengan torehan 12 gol.

Bukan hanya piawai menjebol gawang lawan, Bruno Silva juga kerap menjadi kreator gol-gol PSIS. Total sudah 9 assist dia torehkan. Tapi sang pelatih, Jafri Sastra, tak terlalu tertarik dengan rivalitas David dan Bruno Silva.

“Saya lebih mengutamakan kolektivitas. Siapapun yang punya peluang cetak gol itu harus dimanfaatkan dengan maksimal, tidak harus Bruno Silva,” tegasnya.

Selain Bruno Silva, PSIS memiliki Hari Nur Yulianto yang sudah mengemas 11 gol dan Bayu Nugroho dengan donasi lima gol. Sementara Persebaya justru kehilangan Osvaldo Haay yang sudah mengoleksi 10 gol.

 

Takluk di Kandang Bajul Ijo

Persebaya mampu mengontrol permainan di awal laga. Tiga peluang dihasilkan tuan rumah di 10 menit pertama, diawali dengan free kick Irfan Jaya saat pertandingan berumur tiga menit. Tapi eksekusinya tepat mengarah ke kiper Joko Ribowo.

Peluang terbaik dimiliki David da Silva di menit kelima. Top skor Liga 1 ini berhasil melewati adangan Joko Ribowo dan mengirim bola ke tiang dekat, namun masih tipis di sisi kiri gawang. Dua menit kemudian percobaan da Silva juga bisa ditepis Joko.

akhir liga 1
PSIS gagal menutup musim dengan happy ending usai takluk 0-1 dari Persebaya, Sabtu (8/12/2018). Foto: metrojateng.com

PSIS mencoba menekan di menit 14. Komarudin berhasil lolos di sayap kiri dan mengirim umpan ke arah Bruno Silva. Bola lebih cepat dipotong Rachmat Irianto.

Persebaya mendapat tiga peluang beruntun melalui Irfan Jaya. Sepakannya di menit 17 bisa dimentahkan Joko Ribowo. Semenit berikutnya, percobaan yang dilepaskan pemain terbaik Liga 2 2017 terlalu mudah buat kiper. Sundulan Irfan di menit 20 meneruskan umpan Ruben Sanadi juga mengarah ke kiper.

Bruno Silva mendapat peluang emas di menit 22. Striker PSIS sudah berhasil masuk ke kotak penalti. Bruno terjatuh saat berusaha mengeksekusi bola, tapi wasit tidak menganggap pelanggaran.

Bajul Ijo kembali menebar ancaman di menit 26. Sepakan jarak jauh yang dilepaskan Fandi Eko Utomo ditepis Joko Ribowo. Mahesa Jenar membalas lewat Hari Nur semenit berikutnya, tapi eksekusinya mudah diamankan Miswar Saputra.

Menit 30, David da Silva kembali membuang peluang emas. Menerima crossing Rendi Irwan, sundulannya melambung di atas mistar.

Peluang terbaik PSIS hadir di menit 42. Kombinasi Komarudin dan Nerius Alom diteruskan kepada Bruno Silva. Sepakan Bruno ke tiang jauh bisa dihalau dengan kaki oleh Miswar. Babak pertama ditutup dengan tendangan David da Silva yang masih mengarah ke kiper. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Gawang Joko Ribowo akhirnya jebol juga di menit 56. Rendi Irwan berhasil menyusup ke area penalti dan melepaskan sepakan yang masih bisa diblok Joko. Sial, bola rebound langsung disambar Fandi Eko untuk memberi keunggulan Bajul Ijo.

Persebaya berpeluang menggandakan skor di menit 74. David da Silva lagi-lagi gagal menaklukkan Joko Ribowo dalam situasi one on one. Bola masih masih terkena kaki kiper. Tuan rumah terus berusaha menambah gol. David da Silva dua kali mendapat kans di pengujung laga, tapi tak satupun berujung gol. PSIS menutup musim ini dengan kekalahan 0-1.

Dominasi Persebaya berbuah hasil positif. Anak asuh Djajang Nurjaman melepaskan 20 percobaan, 10 di antaranya on target. Sementara tim tamu hanya sanggup menghasilkan tiga percobaan dan hanya dua yang tepat sasaran.

Kemenangan tersebut membawa Bajul Ijo naik ke peringkat empat dengan poin 50. Sedangkan PSIS tak beranjak dari peringkat 9 dengan perolehan 46 angka. Pada akhir laga ini, posisi Mahesa masih rawan tergusur Madura United, Bali United, dan Persipura. (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

 

 

 

You might also like

Comments are closed.