PSIS Dapatkan Pengganti Ibrahim Conteh di Lini Tengah

Pratrick Silvia Mota

Ia memiliki cara main yang berbeda dengan Ibrahim Conteh. Kendati keduanya sama-sama merupakan pemain gelandang.

Patrick Mota mengaku sebagai fans gelandang Real Madrid dan Timnas Jerman, Toni Kroos. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

PATRICK Silva Mota menginjakkan kaki di Semarang pertengahan pekan lalu. Mantan gelandang Sampaio Correa itu telah dinyatakan lolos tes kesehatan oleh tim medis PSIS Semarang. Pekan ini, ia menuntaskan rangkaian proses kepindahannya ke klub sepakbola ibukota Jawa Tengah ini.

“Hari ini Patrick Mota resmi jadi keluarga besar PSIS Semarang. Sesuai rekomendasi tim pelatih, kami sepakat untuk merekrut Mota,” kata Komisaris PT Mahesa Jenar Semarang, Kairul Anwar, saat memperkenalkan Patrick Mota, Rabu (24/04/2019).

Patrick Mota bakal melengkapi slot pemain asing non-Asia di skuad Mahesa Jenar. Ia akan menggantikan pemain asing asal Sierra Leone, Ibrahim Conteh yang dilepas usai gelaran Piala Presiden.

Ia memiliki cara main yang berbeda dengan Ibrahim Conteh. Kendati keduanya sama-sama merupakan pemain gelandang. Conteh memiliki karakteristik yang meledak-ledak dan agresif saat tim membangun serangan. Sedangkan Mota mengaku memiliki kualitas permainan lebih baik di lini tengah.

Kedatangan pemain 27 tahun tersebut membuat PSIS semakin kental dengan nuansa Samba Brasil. Duo Brasil lainnya, Wallace Costa dan Claudir Marini Junior sudah lebih dulu mengikat kerjasama dengan PSIS. Sedangkan Shohei Matsunaga mengisi satu slot pemain asing Asia.

Tapi General Manager PSIS, Wahyoe ‘Liluk’ Winarto, tak mau menyebut klubnya berkiblat ke permainan ala Brasil. “Kebetulan saja kalau musim ini ada tiga pemain Brasil di PSIS. Bukan berarti Brasil-sentris, kami merekrut pemain sesuai kualitas dan kebutuhan tim,” katanya.

 

Patrick Silva Mota
Lahir 7 Agustus 1992
Negara Brasil
Nomor Punggung 5

Karir Klub
2019 Sampaio Corrêa
2018 América-RN Bragantino
2017 Botafogo-PB
2016-2017 Treze
2014-2015 Desportivo 7 de Setembro-MS
2013 Gremio Prudente SInop
2012 Penapolense Ferroviaria Ivinhema
2010 Cruzeiro U-17

 

Pertama Bagi Mota

Bagi Patrick Mota, PSIS bakal menjadi pengalaman pertama bermain di luar Brasil. Selama ini, karir gelandang bertahan kelahiran 7 Agustus 1992 itu lebih banyak dihabiskan bersama klub-klub Seri C Liga Brasil.

Mota banyak memperoleh rujukan dari Wallace dan Marini, soal proses kepindahannya itu. “Saya banyak tahu tentang PSIS dan sepakbola Indonesia dari mereka (Wallace dan Marini). Ini jadi pengalaman pertama bermain di luar negeri dan saya sudah tak sabar menjalani petualangan baru bersama PSIS,” kata Mota.

Kehadiran Patrick Mota melengkapi kuota empat pemain asing PSIS Semarang. Foto: dok Istimewa

Mota merupakan pengagum berat Toni Kroos. Itu diakuinya, kendati ia suka menyamakan gaya mainnya dengan gelandang Real Madrid lain, Carlos Henrique Casemiro. Eks penggawa klub Seri C Brasil, Sampaio Correa itu bisa berperan sebagai gelandang box-to-box atau bermain lebih bertahan dan mengontrol permainan dari area pertahanan.

“Gaya main saya mungkin lebih mirip dengan Casemiro. Tapi saya juga suka melihat permainan Toni Kroos,” kata Patrick Mota selepas teken kontrak dan diperkenalkan pada Rabu (24/4/2019).

Dua nama yang disebut Mota adalah gelandang milik Real Madrid. Pemain kelahiran 7 Agustus 1992 itu memang tak asal ucap. Setidaknya dari profil video yang beredar di YouTube, Mota lebih banyak beroperasi di depan barisan pertahanan, mirip-mirip dengan peran Carlos Henrique Casemiro bersama Los Blancos.

“Saya juga bisa main di beberapa posisi di lini tengah, gelandang kanan atau kiri. Semua tergantung coach, yang penting saya bisa berkontribusi buat tim,” lanjut Mota.

Mantan pemain PSIS yang juga agen Mota, Antonio Telles menyebut Mota tak akan kesulitan beradaptasi. Apalagi di dalam skuad Mahesa Jenar juga ada sesama pemain Brasil, Wallace Costa dan Claudir Marini Jr.

“Paling tidak dia butuh 10 hari untuk menyesuaikan diri dengan tim barunya. Kondisi fisik tak ada masalah karena dia terakhir main tanggal 10 April kemarin,” Telles menegaskan.

Di lini tengah, Mota akan bersaing dengan M Yunus, Arthur Bonai serta tiga pemain muda, Heru Setyawan, Tegar Infantrie dan Eka Febri. Pemain asing lainnya, Shohei Matsunaga juga bisa menempati beberapa posisi di lini tengah.

Musim lalu, tiga gelandang tengah lebih sering diisi oleh M Yunus, Ibrahim Conteh dan Nerius Alom. Dua nama terakhir sudah tidak ada di dalam skuad. Sementara Yunus harus menepi setidaknya selama empat bulan karena cedera lutut.

Patrick Mota terlihat cukup ideal sebagai gelandang bertahan. Dia bisa memainkan ‘pekerjaan kotor’ untuk memutus serangan lawan.

Patrick Mota diperkenalkan sebagai penggawa anyar PSIS Semarang, Rabu (24/4/2019). Foto: metrojateng.com/tri wuryono

 

Kepingan Terakhir

PSIS Semarang mengisyaratkan bakal menyudahi aktivitas di bursa transfer. Patrick Silva Mota jadi kepingan terakhir untuk menambah kedalaman skuad arahan Jafri Sastra.

“Dengan bergabungnya Patrick Mota PSIS sudah memiliki empat pemain asing. Artinya, tidak ada lagi pemain yang datang. Kami optimistis dengan kualitas Patrick Mota akan membuat PSIS semakin kuat,” kata Kairul Anwar.

Keberadaan Mota diharapkan bakal mereduksi beban para gelandang serang. Septian David Maulana atau Shohei Matsunaga bisa lebih tenang saat merancang serangan karena ada Mota di belakangnya.

Pemain jebolan Cruzeiro U-17 tersebut tinggal beradaptasi dengan tim barunya. Meski baru menjajal peruntungan di negeri orang, Mota diyakini tak bakal kesulitan menyesuaikan diri karena faktor Wallace Costa dan Claudir Marini Jr, duo Samba yang sudah lebih dulu menetap di PSIS.

Sepakbola di Indonesia menuntut pemain bisa lebih fleksibel, utamanya pemain asing. Seorang gelandang bertahan juga harus bisa memberi servis pemain-pemain di depannya saat memulai serangan. Dia (Mota) juga siap untuk itu,” pungkas Antonio Telles. (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.