PSIS Dituntut Move On, Wamena Bukan Neraka

image
Fauzan Fajri dkk dituntut segera move on dan bersiap melakoni laga berat di kandang Persiwa, Rabu (8/10) mendatang. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Hasil imbang 2-2 kontra PSS, Sabtu (4/10), memberi pukulan buat PSIS. Tapi, kegagalan memetik poin penuh di kandang, bakal coba ditebus armada Eko Riyadi saat melawat ke markas Persiwa Wamena, Rabu (8/10) mendatang.

Dua kali memimpin, Fauzan Fajri dkk harus puas berbagi poin dengan tamunya PSS Sleman di laga perdana Grup N babak 8 besar. Ini adalah kali kedua di musim yang sama, skuad Mahesa Jenar gagal menang di kandang. Sebelumnya, Persis Solo pernah mengimbangi PSIS 1-1 di fase putaran grup.

Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho berharap anak buah Eko Riyadi bisa segera bangkit dan melupakan hasil melawan Sleman. “Kami memang gagal mengamankan tiga angka di kandang, tapi satu poin itu tetap berharga. Kami harus selekasnya bangkit karena masih ada lima pertandingan lagi, yang berarti ada 15 poin yang masih mungkin dikumpulkan,” katanya, Minggu (5/10).

Pelatih Eko Riyadi pun berjanji akan melakukan pembenahan sebelum bertolak ke Wamena, Senin (6/10) malam. Mantan pembesut Persitema ini bakal fokus untuk mengevaluasi kinerja pasukannya saat mendapat tekanan.

“Hasil melawan Sleman menjadi pelajaran berharga bagi kami, terutama saat transisi dari menyerang ke bertahan. Sekarang bukan saatnya mencari kambing hitam, kami harus fokus untuk menuai poin dalam setiap pertandingan,” tandasnya.

Persiwa bakal menjadi ujian berikutnya bagi tim kebanggaan wong Semarang. Meladeni tim berjuluk Laskar Badai Pegunungan itu, PSIS butuh perjuangan ekstra. Bukan saja faktor teknis, tapi juga ganasnya alam Wamena yang berpotensi menguras fisik anak-anak Semarang.

Meski berat, Manajer Tim Wahyu ‘Liluk’ Winarto tak ingin Fauzan Fajri cs kalah sebelum bertanding. Menurutnya, apapun masih bisa terjadi dalam 2×45 menit pada laga yang bakal dipentaskan di Stadion Pendidikan itu.

“Kami harus akui, Persiwa tim yang kuat saat main di kandang, tapi mereka tetap punya kelemahan. Buktinya, Persinga Ngawi bisa mencuri angka di Wamena. Dan kami akan berusaha melakukan hal yang sama, sekaligus untuk menebus poin yang hilang di Semarang,” tegasnya.

Berdasarkan statistik musim ini, Persiwa memang punya catatan impresif saat main di kandang. Dari 10 pertandingan yang dimainkan di Stadion Pendidikan, Edu Ivakdalam sukses mengemas sembilan kemenangan.

Hanya Persinga Ngawi yang bisa menodai rekor Persiwa, saat mereka berhasil memaksakan hasil imbang 3-3 pada fase 16 besar silam. Bahkan, tim asal Jawa Timur itu sempat memimpin 3-1, sebelum Sengbah Kennedy dan Yao Rudy membuat gol penyama.

Hasil yang ditorehkan Persinga tersebut membuktikan bahwa Wamena bukan neraka dan sangat mungkin untuk ditaklukkan. (*)

You might also like

Comments are closed.