PSIS Fokus Matangkan Skema

METROSEMARANG.COM – Pelatih Eko Riyadi masih mempertahankan skema 4-2-3-1 untuk laga ujicoba melawan PSS Sleman, Minggu (27/3) mendatang. Bergabungnya sejumlah muka baru menjadi alasan juru taktik PSIS itu tak akan melakukan banyak eksperimen dalam meracik strategi timnya.

Jelang bentrok kontra Laskar Elang Jawa, Eko Riyadi belum bisa menampilkan kekuatan pasukannya secara utuh. Pelatih 47 tahun ini masih belum menemukan pemain yang pas di beberapa posisi untuk mendukung skema 4-2-3-1. Belum lagi faktor cedera yang membekap sejumlah pilar Mahesa Jenar.

Penggawa PSIS digenjot latihan fisik jelang laga ujicoba kontra PSS Sleman. Foto: metrosemarang.com
Penggawa PSIS digenjot latihan fisik jelang laga ujicoba kontra PSS Sleman. Foto: metrosemarang.com

“Saya belum akan memaksakan skema lain dan tetap mempertahankan 4-2-3-1. Di tim ini banyak pemain-pemain yang baru bergabung, sehingga mereka masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan skema yang biasa kita gunakan,” kata dia, Kamis (24/3).

Sejak membesut Fauzan Fajri dkk di musim 2014, eks pelatih Persitema Temanggung itu memang identik dengan possesion football yang gemar memakai formasi 4-2-3-1, dengan beberapa variasi 4-5-1 atau 4-4-2. Masalahnya, saat ini Eko belum didukung dengan skuat yang memadai, khususnya pemain sayap.

Padahal, dalam dua tahun terakhir PSIS tak pernah kekurangan stok sayap-sayap andal. Di musim 2014, Ronald Fagundez dan Franky Mahendra selalu menjadi pilihan utama, dengan pelapis Ahmad Nufiandani. Saat menjadi kampiun Polda Jateng Cup, Bakori Andreas mengisi posisi yang ditinggalkan Fagundez dan Indra Setiawan di bangku cadangan.

Namun, Eko tak ingin disebut bakal menampilkan tim seadanya. Menurutnya, pemain-pemain muda yang masih dalam masa seleksi magang di PSIS juga punya potensi yang cukup bagus. Di antaranya Fernando Gomes dan Jordan. Salah satu dari mereka disiapkan untuk mendampingi Franky di sisi sayap, setelah Bakori batal bergabung.

“Kami punya pemain-pemain muda yang potensial. Mereka juga cukup menjanjikan di sesi latihan, tinggal bagaimana mereka bisa menghadapi tekanan saat bermain di pertandingan yang sebenarnya. Siapapun yang paling siap, dia yang akan main,” tegasnya. (twy)

You might also like

Comments are closed.