PSIS Ikat Claudir Marini Sebagai Ganti Bruno Silva

Kontrak Setahun

Tak hanya sama-sama dari Brasil, gaya main keduanya pun hanya beda-beda tipis. Keduanya sama-sama ingin terlibat dalam permainan tim

Sebenarnya Marini masih akan kami coba dulu di Piala Presiden, tapi ternyata dia menunjukkan peningkatan yang sangat pesat saat menjalani trial selama empat hari.

-Yoyok Sukawi, CEO PSIS-

 

psis semarang
Claudir Marini Junior diikat PSIS selama semusim. Foto: metrojateng.com/Tri Wuryono

 

SAMPAI Sabtu, 2 Maret 2019 lalu, Claudir Marini Jr baru bergabung dalam tiga kali latihan bersama skuad Mahesa Jenar. Hari itu striker 26 tahun tersebut juga dilibatkan dalam internal game di Stadion Moch Soebroto Magelang. Ia berhasil mencetak dua gol.

Namun Jafri Sastra tak mau buru-buru memberi penilaian. Dia masih ingin melihat Claudir tampil lebih baik lagi. “Proses adaptasinya sangat bagus. Tapi Marini belum dalam kondisi terbaik,” begitu kata Jafri hari itu.

Marini Jr digadang-gadang bisa menggantikan peran Bruno Silva yang musim lalu menjadi top skorer tim dengan torehan 16 gol. Tak hanya sama-sama dari Brasil, gaya main keduanya pun hanya beda-beda tipis. Keduanya sama-sama ingin terlibat dalam permainan tim.

General Manager PSIS Wahyoe ‘Liluk’ Winarto menyebut, hari itu Marini masih terkendala dengan faktor kebugaran. “Dia bilang masih kecapekan. Tapi sejauh ini progresnya cukup positif. Begitu juga dengan Wallace Costa,” ungkapnya.

Marini Jr dan Wallace Costa diharapkan bisa cukup fit untuk tampil di laga perdana Piala Presiden Grup C melawan Persipura Jayapura, Rabu, 6 Maret 2019.

 

Diikat Semusim

Dua hari setelah latihan ketiga itu, manajemen PSIS mengumumkan kontraknya dengan Claudir Marini Jr. Kontrak itu akan berlangsung setahun. Tampaknya striker Brasil itu benar-benar diharapkan menjadi sumber gol bagi skuad Mahesa Jenar tahun ini.

Claudir Marini Jr menandatangani kontrak di Magelang setelah menjalani trial selama empat hari. Eks penggawa Padideh FC tersebut mendapat penilaian positif dari tim pelatih. Padahal, semula manajemen PSIS berencana akan melihat performa Marini di Piala Presiden dulu sebelum memutuskan mengontraknya atau tidak.

“Sebenarnya Marini masih akan kami coba dulu di Piala Presiden, tapi ternyata dia menunjukkan peningkatan yang sangat pesat saat menjalani trial selama empat hari,” kata CEO PSIS Yoyok Sukawi, Senin, 4 Maret 2019.

Menurutnya Yoyok, Marini telah memenuhi kriteria striker yang dibutuhkan PSIS. Pemain kelahiran 6 Agustus 1992 itu bisa langsung cepat beradaptasi dengan pemain-pemain depan Mahesa Jenar, macam Hari Nur Yulianto, Bayu Nugroho dan Septian David Maulana.

“Dari tim pelatih juga memberikan rekomendasi. Marini bisa cepat menyatu dengan skema permainan PSIS,” Yoyok menambahkan.

Claudir Marini Jr dalam dua musim terakhir berkarir di Liga Iran. Sebelum membela Padideh, dia berkostum Estghlal Kuzhestan di musim 2017. Marini juga sempat menjajal peruntungan di Eropa bersama klub Armenia, Gandzasar.

“Saya bangga akhirnya bisa jadi bagian PSIS. Ini jadi tantangan baru dalam karir saya dan saya ingin membantu tim ini ke level tertinggi. Tentu saja saya berharap dukungan dari rekan satu tim dan juga seluruh suporter,” kata Marini. (*)

View this post on Instagram

Sabtu, 2 Maret 2019 lalu, Claudir Marini Jr baru bergabung dalam tiga kali latihan bersama skuad Mahesa Jenar. Hari itu striker 26 tahun tersebut juga dilibatkan dalam internal game di Stadion Moch Soebroto Magelang. Ia berhasil mencetak dua gol. Namun Jafri Sastra tak mau buru-buru memberi penilaian. Dia masih ingin melihat Claudir tampil lebih baik lagi. “Proses adaptasinya sangat bagus. Tapi Marini belum dalam kondisi terbaik,” begitu kata Jafri hari itu. Marini Jr digadang-gadang bisa menggantikan peran Bruno Silva yang musim lalu menjadi top skorer tim dengan torehan 16 gol. Tak hanya sama-sama dari Brasil, gaya main keduanya pun hanya beda-beda tipis. Keduanya sama-sama ingin terlibat dalam permainan tim. Selengkapnya di metrosemarang(dot)com #psisday #psis #panserbiru #snex #beritapsis #pansergirl #metrosemarang

A post shared by METROSEMARANG.COM (@metrosemarang) on

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.