PSIS Ingin Bangun Training Camp di Gunungpati

METROSEMARANG.COM – PSIS makin serius berbenah untuk mengembalikan reputasi sebagai tim besar yang pernah merajai sepakbola nasional. Klub berloga Tugu Muda ini juga tengah merancang proyek jangka panjang dengan membangun training camp layaknya tim-tim top Eropa.

Sukawi Sutarip (dua dari kiri) menerima jajaran ofisial dan pemain PSIS di kediamannya, Senin (3/4). Foto: metrosemarang.com

Wacana tersebut disampaikan mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip saat bertemu jajaran ofisial dan pemain PSIS di kediamannya, Jalan Durian, Banyumanik, Senin (3/4) siang. Menurutnya, untuk mencapai target tertinggi harus didukung dengan fasilitas yang memadai.

Homebase latihan ini sangat penting untuk tim sepakbola profesional. Dengan begitu, pemain bisa fokus berlatih dan mengasah skillnya setiap waktu,” kata Sukawi, yang juga sebagai pembina PSIS.

Namun, diakuinya untuk mewujudkan rencana tersebut masih butuh proses yang panjang. Dia juga siap menghibahkan lahan di Gunungpati sebagai alternatif lokasi training camp skuad Mahesa Jenar.

“Sekarang saya masih cari lokasi yang pas. Sebenarnya saya juga ada lahan 2-3 hektar di Gunungpati yang bisa dipakai. Nantinya di situ juga ada mes pemain, sehingga mereka dekat dengan tempat latihan,” tutur Wali Kota Semarang periode 2000-2010 ini.

Wacana yang dilontarkan Sukawi tersebut sekaligus menanggapi masukan dari ofisial PSIS. Sebabnya, lapangan Jatidiri yang selama ini menjadi homebase PSIS dinilai sudah kurang memadai. Selain permukaan yang keras dan tidak rata, penggunaan lapangan milik Pemprov Jateng itu juga sudah terlalu padat.

Sukawi pun berujar jika keberadaan training camp juga menjadi bagian proyek jangka panjang PSIS yang musim ini menargetkan lolos ke Liga 1. “Kalau kita sudah target, tidak bisa setengah-setengah. Kalau kita all out, suporter juga akan lebih semangat. Bagaimanapun, PSIS sudah semakin dicintai, bukan hanya masyarakat Semarang tapi juga Jawa Tengah,” tandasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengprov PSSI Jateng ini merujuk pada pengelolaan klub sepakbola modern di Eropa. Di mana tiap klub punya tempat latihan khusus dan akademi pemain dengan kategori usia berjenjang.

Tapi butuh proses panjang untuk membangun fasilitas latihan mewah seperti Ciudad Real Madrid, Milanello (AC Milan), Juventus Center, De Toekomst (Ajax Amsterdam),  atau Melwood milik Liverpool. “Tantangan ke depan akan semakin berat. Ini tentunya harus menjadi motivasi kita untuk mencapai target-target yang sudah dicanangkan,” tutur Sukawi.

Seperti diketahui, Liga 2 bakal mulai digulirkan pada 19 April mendatang. PSIS akan bersaing dengan Persis Solo dan tim-tim asal Jawa Tengah lainnya untuk lolos dari Grup 4.

Musim ini, dari 60 tim hanya 24 yang akan bertahan di Liga 2. Sedangkan sisanya harus turun kasta ke Liga 3. (twy)

You might also like

Comments are closed.