PSIS Kalah, Liluk: Ini di Luar Prediksi Kami

image
Drama lima gol bunuh diri tersaji di Stadion Sasana Krida Kompleks AAU Adisucipto, Minggu (26/10). Foto Metrosemaran

SLEMAN – PSIS harus mengalami kekalahan ‘aneh’ saat ditekuk PSS Sleman 2-3. Drama lima gol bunuh diri yang terjadi di Stadion Sasana Krida Kompleks AAU Adi Sucipto, Minggu (26/10), menempatkan Mahesa Jenar di posisi runner up Grup N dan akan bertemu juara Grup P Martapura FC pada babak empat besar. Kubu PSIS menampik tudingan bahwa kekalahan itu sudah diskenario.

Laga yang dipimpin wasit Hulman ini berlangsung monoton. Kedua tim sama-sama menunggu untuk melakukan serangan. Tensi pertandingan mulai memanas memasuki menit 86.

Dua gol bunuh diri ke gawang PSS mengawali drama di Sasana Krida. Agus Setiawan menjebol gawang timnya sendiri di menit 86. Dua menit kemudian, gawang tuan rumah kembali dibobol oleh pemainnya. Kali ini giliran Hermawan Putra Jati.

Setelah itu, gantian pemain PSIS yang membalas dengan tiga gol ke gawang sendiri. Manajer Tim PSIS Wahyu ‘Liluk’ Winarto menyebut, pertandingan terakhir di babak 8 besar tersebut benar-benar di luar prediksinya.

“Kami tidak menduga kalau pertandingannya seperti ini. Setelah pemain PSS membuat gol bunuh diri, permainan menjadi tak terkendali. Anak-anak juga terpancing emosi karena sudah dicederai dengan permainan yang tidak sportif, itu sangat manusiawi,” katanya, seusai pertandingan.

Sementara, pelatih PSS Heri Kiswanto memilih tidak berkomentar. “Saya tidak mau berkomentar soal pertandingan. No comment. Silakan Anda menilai sendiri,” ujarnya singkat. Dengan demikian dua laga semifinal bakal mempertemukan PSS Sleman kontra Pusamania Borneo FC dan PSIS melawan Martapura FC. (*)

You might also like

Comments are closed.