PSIS Kalah, Pemain Bertumbangan Dihantam Cedera

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang menuai hasil negatif saat menyambangi markas PSS Sleman, Minggu (27/3) malam. Kesialan Mahesa Jenar semakin lengkap setelah sejumlah pemain bertumbangan dihantam cedera.

PSIS sudah mendapat sejumlah masalah sejak persiapan menghadapi Laskar Elang Jawa. Dimulai dari cedera kapten Fauzan Fajri dan belum komplitnya skuat Eko Riyadi, membuat Mahesa Jenar datang ke Maguwoharjo dalam kondisi pincang.

Permainan keras yang diperagakan PSS mengakibatkan sejumlah pemain PSIS mengalami cedera. Foto: metrosemarang.com
Permainan keras yang diperagakan PSS mengakibatkan sejumlah pemain PSIS mengalami cedera. Foto: metrosemarang.com

Tanpa sang kapten, terlihat jelas PSIS kehilangan pemimpin di lini pertahanan. Duet M Tegar dan Anhar Latif masih butuh jam terbang untuk menghadapi laga-laga besar.

Tegar bahkan terpaksa ditarik keluar di pertengahan babak kedua usai terlibat benturan dengan pemain lawan. Sebelumnya, kiper Catur Adi Nugraha sudah terlebih dulu keluar lapangan akibat mengalami cedera di akhir paruh pertama.

Padahal, stok bek tengah hanya menyisakan Anhar Latif. Sedangkan Syaiful Amar yang menggantikan Catur juga belum sepenuhnya pulih dari cedera.

“Kami terpaksa mengganti beberapa pemain karena cedera dan cukup berpengaruh bagi permainan tim. Tapi, saya tak ingin menjadikan ini sebagai alasan kekalahan. Kami akan segera melakukan evaluasi,” katanya.

Eko berharap cedera yang dialami Tegar dan Catur tidak terlalu parah. “Tegar sedikit memar di bagian lutut karena posisi jatuh yang salah. Kalau Catur ada masalah di pergelangan tangan. Mudah-mudahan bisa pulih dalam satu dua hari ini,” ucapnya.

Sementara, Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho menyoroti mentalitas pasukan muda yang dimainkan untuk meladeni skuat Super Elja. Menurutnya, anak asuh Eko Riyadi sudah menunjukkan kedewasaan sebagai sebuah tim, sekalipun harus menghadapi pemain-pemain yang sudah berpengalaman.

“Pemain-pemain muda kami tetap bisa bermain tenang dan tidak terpancing emosi, meskipun ada beberapa keputusan wasit yang merugikan tim,” bebernya.

Dalam laga malam tadi, setidaknya ada dua keputusan pengadil yang diprotes kubu PSIS. Yang pertama adalah saat wasit menunjuk titik putih untuk keuntungan tuan rumah di menit 40. Selanjutnya adalah keputusan menganulir gol Franky Mahendra di menit 45, meskipun pemain PSIS ini sebenarnya dalam posisi on side.

“Kami tak ingin mengomentari wasit. Situasi seperti ini bisa juga terjadi di kompetisi yang sesungguhnya, sehingga anak-anak juga harus siap,” tandasnya.

Setelah laga di Maguwoharjo, PSS Sleman dijadwalkan bertamu di Stadion Jatidiri pada Sabtu (9/4) mendatang. (twy)

You might also like

Comments are closed.