PSIS Menang Besar, Subangkit Masih Soroti Lini Serang

METROSEMARANG.COM – Kemenangan telak atas Universitas Semarang (USM) pada laga ujicoba belum cukup membuat puas pelatih PSIS Subangkit. Lini serang masih jadi sorotan sang juru taktik.

Albi Lanju mengukir satu gol saat PSIS melumat USM 7-2. Foto: metrosemarang.com

PSIS menang dengan skor 7-2 saat meladeni USM di Lapangan Terang Bangsa, Sabtu (21/10) pagi. Mahesa Jenar sudah unggul 3-0 di babak pertama melalui penalti Taufik Hidayat, Melcior Majefat dan Rifal Lastori.

Di paruh kedua, PSIS tetap terlalu tangguh buat Afebta Dewangga cs meski menampilkan pemain-pemain pelapis. Anak asuh Subangkit menambah empat gol lewat Albi Lanju, Franky Mahendra, Aldaeir Makatindu dan penalti Yogi Ardianto.

Namun USM juga sanggup mencuri dua gol dan mengakhiri pertandingan dengan skor 7-2. Salah satu gol lahir dari eksekusi penalti, setelah Tegar Pribadi membuat kesalahan di area terlarang.

Meski PSIS menang dengan skor besar, Subangkit tetap memiliki sejumlah catatan buat timnya. Koordinasi lini serang menurutnya masih harus dipoles lagi.

“Skor tidak bisa dijadikan ukuran kualitas tim ini. Masih ada beberapa catatan, salah satunya di lini serang. Dua pemain di depan, Erik dan Hari Nur belum bisa bermain sesuai instruksi yang saya mau, khususnya pergerakan mereka saat tim membangun serangan dari sayap,” kata dia.

Pada pertandingan tersebut, Subangkit menampilkan skuad utama di babak pertama, dengan skema baku 4-2-3-1. Melcior dan Lastori mengisi kedua sisi sayap, sedangkan Hari Nur berperan sebagai second striker di belakang Erik Dwi Ermawansyah.

Setelah pergantian babak, empat pemain di lini serang diisi Franky Mahendra, Andrid Wibawa, Albi Lanju dan Aldaeir Makatindu. “Di babak kedua, pergerakan pemain di lini serang sudah lebih baik. Hanya saja pemain di lini belakang harus bisa handle emosi,” tutur Subangkit, menyoroti penampilan Tegar Pribadi dan Ali Khumaidi di jantung pertahanan.

Ujicoba kontra USM menjadi rangkaian persiapan Tim Ibukota Jateng sebelum berlaga di babak 8 besar Liga 2. Sampai saat ini jadwal perempatfinal kompetisi kasta kedua itu belum juga ditentukan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru mengagendakan pertemuan dengan perwakilan klub pada 31 Oktober dari jadwal semula 20 Oktober. Padahal, babak 8 semula dijadwalkan bergulir pada 20-26 Oktober 2017.

“Kalau memang jeda kompetisi masih lama, bisa saja kami menggelar ujicoba lagi dengan tim yang selevel,” tukas Subangkit. (twy)

You might also like

Comments are closed.