PSIS Menang Telak, Subangkit Puji Pemain Debutan

METROSEMARANG.COM – Kemenangan atas Persita Tangerang dengan skor mencolok diakui pelatih PSIS Subangkit cukup mengejutkan. Dia juga memuji performa dua pemain debutan di skuad Mahesa Jenar.

Sholihul Islam bermain apik pada laga perdana bersama PSIS. Foto: metrosemarang.com

Melakoni matchday 3 babak 16 besar Liga 2 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jumat (29/9), PSIS minus dua pemain senior M Yunus dan M Ridwan karena cedera. Gacoan di lini serang, Erik Dwi Ermawansyah juga absen dengan alasan yang sama.

Namun absennya tiga pemain di atas mampu ditutup dengan sempurna oleh Haudi Abdillah cs. Bahkan Tim Ibukota Jateng hanya menampilkan Hari Nur Yulianto sebagai satu-satunya pemain senior dalam starting XI.

Rekrutan anyar Sholihul Islam langsung diberi kesempatan menjalani debut sejak menit pertama. Eks Persibas Banyumas ini tampil apik menggantikan peran Erik Dwi.

Sholihul juga punya andil dalam proses gol kedua PSIS yang dilesakkan Rifal Lastori di menit 67. Mantan penggawa PON Jateng ini memenangi duel udara dengan bek Persita setelah mendapat umpan dari tengah lapangan dan langsung disambut sepakan first time kaki kiri Lastori yang bersarang di sudut kanan atas gawang tuan rumah.

“Kemenangan ini pantas kami syukuri. Tapi, menang dengan skor besar memang cukup mengejutkan, karena pada pertandingan sebelumnya Persita bermain bagus saat menahan imbang tuan rumah PSMS Medan,” beber Subangkit seusai pertandingan.

Pelatih 58 tahun ini menyebut anak asuhnya semakin memahami taktik yang dia mau. Dia juga memuji performa para debutan di laga tersebut.

“Anak-anak sudah semakin paham dengan cara bermain yang saya inginkan. Pemain yang baru bergabung juga tampil cukup bagus. Sholihul bisa tahan bola di depan dan membuka ruang untuk rekan-rekannya,” ujarnya.

Pada pertandingan sore tadi, PSIS mampu unggul cepat di menit 20 melalui sontekan Ahmad Agung. Rifal Lastori kemudian menambah dua gol di babak kedua untuk menggenapi keunggulan 3-0 atas Pendekar Cisadane.

Gol ketiga yang diukir Lastori juga tak terlepas dari andil pemain debutan lainnya, Andrid Wibawa. Mantan penggawa Sragen United ini melakukan kerjasama satu-dua dengan Albi Lanju dan diakhiri umpan terukur kepada Rifal Lastori. Pemain terakhir sukses mengecoh kiper Persita lewat sepakan jarak dekat.

Sementara, asisten pelatih Persita, Widanda Saputra mengakui strategi untuk memforsir kemenangan justru menjadi bumerang bagi timnya. Pada awal pertandingan, Laskar Benteng Viola memainkan formasi 3-4-3 dengan menempatkan Aldi Al Achya, Rachmat Afandi dan Rafid Chadafi di lini serang.

Namun, taktik tersebut tak berjalan mulus. Tuan rumah gagal mengimbangi dominasi PSIS. Pelatih Bambang Nurdiansyah kemudian menambah gelandang dengan memasukkan Her Setiawan di pertengahan babak pertama menggantikan Rafid.

“Saat main di Medan kami tidak mampu mencetak gol. Karenanya kami mengubah strategi untuk lawan PSIS, tapi hasilnya tidak maksimal,” kata Widanda.

Menurutnya, kekalahan di kandang sangat menyakitkan. Dia berjanji bakal melakukan rotasi ketika kembali bersua tim yang sama pada Selasa (3/10) di Jepara.

“Masa recovery yang singkat sedikit memengaruhi performa pemain, terutama yang senior. Mungkin kami akan lakukan rotasi dengan pemain-pemain muda saat away ke kandang PSIS pekan depan,” tandasnya.

Kemenangan di markas Persita menempatkan PSIS di puncak klasemen Grup B dengan torehan tujuh poin. Mereka hanya unggul selisih gol atas Persibat Batang yang di saat bersamaan menang tipis 1-0 atas PSMS. (twy)

You might also like

Comments are closed.