PSIS Siapkan Memori Banding atas Sanksi Komdis

GM Kairul Anwar dan Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho saat menyampaikan sikap atas putusan sanksi Komdis, Rabu (26/11). Foto Metrosemarang
GM Kairul Anwar dan Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho saat menyampaikan sikap atas putusan sanksi Komdis, Rabu (26/11). Foto Metrosemarang

SEMARANG – PSIS memastikan bakal mengajukan banding atas sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap 18 pemain dan enam ofisial. Dalam waktu dekat, tim advokasi yang diketuai Kairul Anwar akan menyusun memori banding setelah resmi menerima salinan putusan pada Selasa (25/11) malam.

“Kami pastikan akan banding. Salinan putusan dari Komdis sudah kami terima melalui faximile pada Selasa (25/11) sekitar pukul 18.24,” kata General Manager PSIS Kairul Anwar didampingi Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho, Rabu (26/11).

Setelah menerima salinan setebal 24 lembar tersebut, lanjut Kairul, tim advokasi yang dibentuk manajemen akan mendalami isi putusan tersebut, sehingga dalam waktu dua hari ke depan sudah bisa langsung menyusun surat pernyataan banding ke PSSI. Selanjutnya, tim advokasi yang terdiri dari delapan personel itu segera menyiapkan memori banding atas sanksi yang dijatuhkan Komdis.

Menurut Kairul, salinan putusan itu sekaligus menjadi dasar timnya untuk bergerak. “Tim ini terdiri dari advokat dan lawyer yang punya background di dunia olahraga. Setelah ada salinan putusan tersebut, kami sudah bisa menentukan sikap,” imbuh Kairul.

Selain Kairul, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Banding PSSI Jateng, ada tujuh anggota lainnya yang siap memberi pembelaan kepada pemain dan ofisial Mahesa Jenar. Mereka adalah Yakub Adi Krisanto (Ketua Komdis PSSI Jateng), A Dwi Nuryanto, Paulus Sirait, R Agung Utoyo, Tri Yunianto, M Reza Kurniawan (Ketua DPC Peradi Semarang) dan Lina Apriliani.

Dihubungi terpisah, Manajer terhukum Wahyu ‘Liluk’ Winarto tak banyak berkomentar terkait turunnya salinan sanksi Komdis. “Saya pastinya inginkan yang terbaik. Semua sudah saya serahkan pada tim advokasi yang dibentuk manajemen,” tandasnya. (twy)

 

 

You might also like

Comments are closed.