PSSI Siap Bekerjasama dengan Tim Transisi

Diskusi Olahraga 'Quo Vadis Sepakbola Indonesia' yang digelar di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5). Foto: metrosemarang.com
Diskusi Olahraga ‘Quo Vadis Sepakbola Indonesia’ yang digelar di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5). Foto: metrosemarang.com

SEMARANG – PSSI menangkis tudingan sebagai organisasi ekslusif yang tidak bisa bekerjasama dengan pemerintah. Induk organisasi sepakbola Indonesia ini juga siap berkolaborasi dengan Tim Transisi bentukan Kemenpora.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah sangat kooperatif dengan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. “PSSI tunduk kepada pemerintah. Buktinya, setelah ada surat dari Kemenpora kepada kepolisian untuk tidak memberikan izin pertandingan, kami juga patuh,” kata dia dalam Diskusi Olahraga ‘Quo Vadis Sepakbola Indonesia’ di Gedung PWI Jateng, Senin (18/5).

Menurut dia, PSSI selalu siap menjalankan rekomendasi pemerintah, dengan catatan tidak melanggar statuta FIFA. Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, pihaknya tidak alergi untuk bekerjasama dengan Tim Transisi yang dibentuk Kemenpora.

“PSSI siap bekerjasama dengan siapa saja, termasuk Tim Transisi. Tapi, Tim Transisi sebaiknya juga tidak sekadar melakukan supervisi, tetapi juga ikut membantu untuk pendanaan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Amir Mahmud menyarankan agar PSSI dan Kemenpora secepatnya mengakhiri perseteruan demi menyelamatkan sepakbola Indonesia. “Sebelum 29 Mei 2015, konflik ini harus sudah diakhiri. Menpora harus mencabut SK sanksi administratif kepada PSSI. Sedangkan, PSSI juga harus bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh,” kata dia.

Dalam surat tertanggal 4 Mei 2015, FIFA dengan tegas memberikan batas waktu sampai 29 Mei kepada PSSI untuk segera menyelesaikan konfliknya dengan Menpora Imam Nahrawi. Jika tidak, maka sanksi akan dijatuhkan induk organisasi sepakbola dunia tersebut. PSSI dianggap melanggar pasal 13 dan 17 statuta FIFA.

Melalui surat tersebut, FIFA juga meminta agar PSSI berkorespondensi dengan Menpora dan KONI terkait hal ini. Organisasi pimpinan Sepp Blatter itu meminta pertemuan PSSI dan Menpora bisa memunculkan solusi terbaik sebelum 29 Mei mendatang.

Sementara, Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jateng Johar Lin Eng berharap diskusi yang digagas Siwo PWI Jateng ini bisa memberi masukan bagi pemerintah maupun PSSI agar segera bersinergi. Senada juga diungkapkan Ketua Komisi E DPRD Jateng AS Sukawijaya. Menurutnya, konflik PSSI versus Menpora memberi dampak buruk bagi persepakbolaan di Indonesia.

“Situasi seperti ini juga membuat klub-klub dalam dilema. Kami tunduk kepada PSSI sebagai induk organisasi tertinggi, tapi kami juga tidak bisa melawan pemerintah. Kami hanya bisa berharap agar PSSI dan Menpora segera duduk bersama untuk mengakhiri masalah ini,” tutur pria yang juga menjabat sebagai CEO PSIS Semarang. (twy)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.