Pulang dari Kandang Persela, PSIS Belum Beranjak dari Peringkat 15

Bermain Seri, Curi Satu Poin

Target memangas rekor kandang itu nyaris tercapai. Namun tendangan penalty Wallace Costa atas hand ball pemain PSIS, memupus misi

LASKAR Mahesa Jenar sukses mengamankan satu poin dari kandang Persela Lamongan, Jumat (5/10/2018) malam. Sempat memimpin lewat Bruno Silva, namun mereka harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1 usai Wallace Costa membalas melalui penalti.

SUSUNAN PEMAIN

Persela 4-3-3: M Ridwan–Birrul Walidain, Wallace Costa, Arif Satria, Samsul Arifin; Ahmad Basith, Ahmet Atayev, Syahroni; Gian Zola, Loris Arnaud, Fahmi Al Ayyubi

PSIS 4-5-1: Joko Ribowo–Gilang Ginarsa, Petar Planic, Fauzan Fajri, Safrudin Tahar; Bayu Nugroho, M Yunus, Nerius Alom, Ibrahim Conteh, Hari Nur Yulianto; Bruno Silva

 

Meladeni Persela di pekan ke-24 Liga 1, PSIS sanggup mengimbangi tuan rumah yang kali ini minus Diego Assis. Solidnya barisan pertahanan Mahesa Jenar membuat Loris Arnaud cs gagal mengembangkan permainan.

 

Minim Peluang

Sepanjang babak pertama tak banyak peluang yang dihasilkan kedua tim. Tuan rumah hanya sanggup menciptakan satu peluang lewat Arnaud di menit 21, tapi eksekusinya bisa dimentahkan Joko Ribowo.

PSIS sempat mengancam melalui Petar Planic. Namun sundulannya di menit 32 tipis di sisi kanan gawang M Ridwan. Paruh pertama ditutup dengan skor kacamata.

Semenit setelah jeda, Gian Zola nyaris membawa tuan rumah memimpin. Sundulannya juga masih melambung. PSIS membalas lewat Bruno Silva di menit 47. Sepakannya juga melebar.

PSIS akhirnya memimpin di menit 58. Berawal pelanggaran terhadap Ibrahim Conteh di depan area penalti Persela berbuah tendangan bebas buat Mahesa Jenar. Sepakan kaki kiri Bruno Silva meluncur mulus ke pojok gawang tanpa bisa dicegah M Ridwan.

PSIS Persela
Gol Bruno Silva memberi satu poin buat PSIS dari markas Persela Lamongan. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

Gol Bruno membuat tensi pertandingan meningkat. Tuan rumah lebih sering mengancam pertahanan PSIS tapi baru di menit 79 berbuah gol. Wasit menghukum PSIS dengan tendangan penalti setelah salah seorang pemain dianggap hand ball. Eksekusi Wallace Costa membuat skor kembali imbang.

Arif Satria nyaris membuat Persela berbalik memimpin di menit 81. Sepakan keras bek Persela bisa ditepis Joko Ribowo. Persela harus bermain dengan 10 pemain setelah Syahroni dikartu merah di menit 86. Namun keunggulan jumlah pemain tak mampu dimanfaatkan PSIS untuk menambah gol.

 

Waspada Persela

Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso telah menaruh waspada pada PSIS, berdasar pantauan perkembangan tim di bawah asuhan Jafri Sastra. Aji Santoso membaca adanya potensi kejutan yang dihadirkan Mahesa Jenar. Hal itu berdasarkan grafik performa yang terus meningkat sejak era Jafri Sastra.

“Kami akan menyerang untuk mengamankan tiga angka. Setidaknya saya sudah menyaksikan tiga pertandingan terakhir PSIS. Mereka memperlihatkan progres bagus,” kata Aji dalam sesi prematch, Kamis (4/10/2018).

Kendati begitu Persela bertekad membalas kekalahan dari PSIS. Pada putaran pertama, Persela kalah 1-3 dari PSIS. Sampai pekan ke-23, Laskar Joko Tingkir belum pernah kalah di kandang. Mereka memetik tujuh kemenangan dan lima kali seri.

Bagi Birrul Waidain cs, laga kandang melawan PSIS ini bakal menjadi ujian mereka sebagai tuan rumah yang belum terkalahkan di Stadion Surajaya. Mereka bertekad mempertahankan tren positif di kandang.

Sayangnya, Persela tak dapat tampil dengan komposisi terbaik. Kondisi Diego Assis belum sepenuhnya pulih usai menjalani operasi. Pemain pinjaman dari Persib, Gian Zola disiapkan untuk mengisi peran gelandang yang sudah mengemas lima gol dan lima assist tersebut.

 

Mematikan Sayap

Skuad Mahesa Jenar datang ke Lamongan dengan misi memutus rekor kandang Persela yang belum tersentuh kekalahan dalam 12 pertandingan di Surajaya. Kendati Persela bermain tanpa Diego Assis, namun PSIS tak meremehkan tim tuan rumah tersebut.

“Ada atau tanpa Diego Assis, Persela tetap berbahaya,” kata Jafri Sastra. Target memangas rekor kandang itu nyaris tercapai. Namun tendangan penalty Wallace Costa atas hand ball pemain PSIS, memupus misi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras semua pemain. Mereka mampu menjabarkan strategi sesuai yang saya mau. Dua tim sama-sama main bagus dan dua gol yang tercipta juga dari set piece. Jadi, imbang adalah hasil yang adil,” kata Jafri usai pertandingan.

PSIS Semarang
PSIS vs Persela

Menurut Jafri, pihaknya telah mempelajari kekuatan persela sebelumnya. Khususnya berkaitan dengan transisi yang dilakukan saat merancang serangan. Jafri menyebut, anak asuhnya sukses menutup sisi sayap Persela pada laga semalam. Kedua sayap “dimatikan”.

Dua fullback PSIS, Safrudin Tahar dan Gilang Ginarsa berhasil membatasi pergerakan Fahmi Al Ayyubi dan Gian Zola maupun Loris Arnaud untuk menembus dari sisi sayap. Arnaud yang berstatus top skor Persela dengan 12 gol, dibuat mandul dan hanya sanggup melepaskan satu shot on target. Hal itu membuat permainan Persela tak berkembang.

Sebetulnya, sejak menit 87 usai Syahroni diganjar kartu merah karena dianggap menyikut Ibrahim Conteh, Persela harus bermain hanya dengan 10 pemain. Namun peluang itu gagal dimanfaatkan.

“Kartu merah di pengujung pertandingan tidak menguntungkan buat kami. Waktunya sudah terlalu mepet sehingga kami gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain,” Jafri Sastra menambahkan.

Sementara itu, pelatih Persela Aji Santoso mengakui absennya Diego Assis mereduksi kekuatan timnya. “Kehilangan Diego memang membuat serangan kami tidak seperti biasanya. Saya sudah coba Zola dan Fahmi di babak pertama, tapi tidak berhasil,” urainya.

Pelatih asal Malang itu juga menyayangkan kartu merah yang didapat Syahroni. Menurutnya wasit sudah membuat keputusan keliru. “Syahroni baru sekali melakukan pelanggaran dan langsung kartu merah. Menurut saya seharusnya kartu kuning dulu, tapi saya tetap menghargai keputusan wasit. Tindakan Syahroni seharusnya juga tidak perlu. Ini akan merugikan tim karena dia harus absen di pertandingan selanjutnya,” kata Aji.

PSIS menjadi tim keenam yang mampu membawa pulang poin dari Surajaya, setelah Persebaya, Perseru, Bali United, Madura United dan PSM Makassar. Tambahan satu poin dari Lamongan membuat PSIS kini mengoleksi 27 poin dan belum beranjak dari peringkat 15. Poin yang sama dengan Sriwijaya FC yang unggul produktivitas gol. Pada laga selanjutnya Hari Nur dkk akan menjamu Barito Putera pada 13 Oktober mendatang. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.