Pulang dari SK, Remaja Tlogosari Tonjok dan Rampas Ponsel Orang

METROSEMARANG.COM – Kenakalan remaja di Semarang kian hari makin marak. Seorang remaja berinisial W (17) diringkus Polisi setelah kedapatan merampas telepon genggam milik warga Pusponjolo, Semarang Selatan. Tak hanya merampas, ia bahkan sempat memukuli korban.

rampas ponsel
Gelar perkara perampasan dan penganiayaan di Polrestabes Semarang. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

Peristiwa perampasan tersebut bermula dari saat W dan kakak kandungnya, Riski Saputro (23) pulang seusai pesta di komplek lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, Selasa (3/4) lalu. Dalam kondisi mabuk, saat itu W mengendarai mobil Brio bernomor polisi H8437QE milik ibunya dan membawa Riski serta tiga kawannya.

Namun, saat melintas di Jalan Pusponjolo Barat, mobil yang mereka tunggangi bersenggolan dengan mobil Grand Livina bernomor polisi B477AY milik korban bernama Hesti Kuswanti. W yang tak terima kemudian menghentikan laju kendaraannya tepat di depan kendaraan korban. Masih dalam kondisi terpengaruh minuman keras, W kemudian turun dari mobil yang ia kendarai untuk menghampiri korban.

Saat itu, W mengetuk pintu sebelah kiri korban. Tanpa basa-basi, W langsung menghujamkan pukulan seusai korban membuka kaca. Melihat hal tersebut, Riski yang saat itu masih berada di dalam mobil menghampiri dan membantu adik kandungnya itu. Penganiayaan pun terjadi di tepi jalan.

Saat terjadi penganiayaan, tampaknya telepon genggam milik korban jatuh. Melihat hal tersebut, kemudian W bergegas mengambilnya dan kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi mengatakan, kedua kakak betadik itu diringkus satu minggu setelah kejadian. Keduanya di tangkap dirumahnya tanpa perlawanan.

“Kami tangkap dirumahnya tanpa perlawanan, setelah menangkap kemudian kami kembangkan dan kami tangkap pula penadah handphone milik korban yang dirampas,” terang Enrico, Rabu (2/5).

Enrico juga mengatakan, W tidak bisa dihandirkan dalam wawancara karena berkas terkait kasus tersebut sudah dilimpahkan. “Ini yang disini yang sudah dewasa. Yang di bawah umur berkasnya sudah kami limpahkan karena masih anak prosesnya memang harus lebih cepat,” tukas Enrico.

W dan Riski merupakan warga Tlogosari, Kecamatan Pedurungan. Selain dua kakak beradik tersebut, pihak kepolisian juga meringkus dua orang penadah hasil rampasan yakni Aris Setiono, warga Kelurahan Kuningan, Semarang Utara dan Muchamad Fathurrahman warga Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 364 KUHP untuk perampas serta Pasal 480 KUHP untuk penadah. Masing masing diancam dengan hukuman 9 dan 4 tahun penjara. (fen)

You might also like

Comments are closed.