Puluhan Kendaraan Pedesaan Siap Beroperasi di 74 Ribu Desa

METROSEMARANG.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan siap memproduksi kendaraan pedesaan dengan merangkul pelaku industri mikro yang tersebar di seluruh daerah.

Para narasumber diskusi Kemenperin saat menerima cinderamata di Wisper Semarang, Selasa (27/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sony Sulaksono, Kepala Puslitbangtiki Kemenperin menyatakan kendaraan pedesaan akan menyasar pangsa pasar di kalangan masyarakat desa yang selama ini belum tersentuh angkutan umum.

“Kami sadar bahwa perubahan siklus industri otomotif dunia setiap 5-10 tahun. Maka dari itu, kami mengembangkan kendaaraan pedesaan sesuai program inovasi Kemenperin dengan menyasar pangsa pasar 74 ribu desa dengan pemegang hak merek lokal,” ungkap Sony, saat menggelar seminar bertemakan Kebijakan Pemanfaatan Hasil Litbangyasa yang Ramah Lingkungan, di Wisma Perdamaian (Wisper) Semarang, Selasa (27/2).

Dengan membidik pasar diluar produsen mobil papan atas, ia optimistis bahwa kendaraan pedesaan masa masa mendatang bakal menjadi pemain tunggal di Indonesia.

Lebih jauh lagi, untuk saat ini pihaknya telah menggandeng sejumlah pelaku usaha asal China, Jepang dan Korea Selatan untuk bekerjasama mengembangkan komponen kendaraan pedesaan.

Selain itu, para siswa sekolah kejuruan, politeknik di beberapa kota bakal diajak bergabung untuk memproduksi massal moda transportasi tersebut.

“Salah satunya kami kerjasama dengan STP Solo. Kami ingin mewujudkan kebanggaan nasional dengan memproduksi kendaraan dengan bahan baku sendiri, syukur-syukur bisa diekspor,” ungkapnya.

Sementara itu, Rosalina Faried, Ketua Umum Perhimpunan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif Indonesia mengapresiasi pelibatan pelaku IKM dalam memproduksi kendaraan pedesaan.

Ia sendiri mengaku mendapat bocoran dari Kemenperin bahwa kendaraan pedesaan akan mulai beroperasi mulai Juli 2018 nanti.

“Jumlahnya ada 75 unit. Setelah itu, kita bangun industri kendaraan pedesaan yang dipusatkan di Soloraya. Kita sudah mapping semua IKM di Jateng yang unggul di bidang komponen mobil untuk diikutsertakan memproduksi kendaraan pedesaan,” paparnya.

Rosalina kini sudah berkolaborasi dengan dua IKM di Klaten, Tegal dan sebagian Jatim untuk memproduksi spare part mobil pedesaan.

“Kita juga memberdayakan pabrik-pabrik karoseri yang saat ini mulai mati suri. Keberadaan mereka bisa memperingan biaya produksi kendaraan pedesaan,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.