Puluhan Petani Kendal Protes Proyek Tol Semarang – Batang

Puluhan petani dari dua desa di Kecamatan Ringinarum Kendal menggelar unjuk rasa menolak ganti rugi proyek tol Semarang - Batang. Foto: metrosemarang.com/MJ-01
Puluhan petani dari dua desa di Kecamatan Ringinarum Kendal menggelar unjuk rasa menolak ganti rugi proyek tol Semarang – Batang. Foto: metrosemarang.com/MJ-01

METROSEMARANG.COM – Rencana pembangunan jalan tol Semarang – Batang mendapat protes dari para petani di Kabupaten Kendal. Selasa (26/1) siang, mereka menggelar unjuk rasa di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendal untuk menolak ganti rugi.

Dengan membawa keranda dan poster, puluhan petani dari Desa Wungurejo dan Tejorejo Kecamatan Ringinarum Kendal  mendatangi kantor BPN Kendal di jalan Pantura Kendal. Puluhan petani ini menuntut keadilan terakit pembebasan lahan petani, yang akan dijadikan jalan tol Semarang-Batang.

Petani meminta pemerintah memberikan ganti untung, bukan ganti rugi karena lahan yang akan dilalui proyek tol ini adalah lahan produktif. Petani juga menolak harga ganti rugi yang diajukan pemerintah sebesar Rp 220 ribu  permeternya dan meminta pemerintah tidak melakukan proses konyinasi melalui PN Kendal.

Dalam orasinya, perwakilan petani menolak ganti rugi yang ditawarkan pemerintah dan meminta kejelasan serta transparasi proses pembebasan tanah. “Kita meminta usut tuntas aparatur pemerintah yang melakukan intimidasi terhadap warga untuk menerima pembayaran ganti rugi proyek jalan tol Semarang-Batang,” teriak Arif dalam orasinya.

Sementara itu Samsudin, perwakilan petani mengatakan pemerintah harus memperhatikan dan memikirkan dampak masyarakat yang lahannya terkena proyek ini. Menurutnya, permintaan ganti rugi yang wajar adalah lima kali lipat dari harga pasaran tanah sekarang.

Jika pemerintah hanya memberikan patokan harga Rp 220 ribu  permeter warga sepakat menolak ganti rugi tersebut. “Kita  juga meminta pemerintah untuk menunda pembebasan lahan sampai tahun 2017 karena saat ini petani sedang menjalankan program Presiden Jokowi terakiat penanaman padi jagung dan kedelai,” imbuh Samsudin.

Kepala BPN Kendal, Usman mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak terakit patokan harga pembebasan tol Semarang-Batang. “Harga sudah diajukan dari tim independen dan BPN Kendal bertugas mensosialisasikan dan melakukan pendekatan ke warga,” katanya.

Sebanyak 27 desa di Kabupaten Kendal bakal terdampak proyek pembangunan jalan tol Semarang – Batang. Dari puluhan desa tersebut, baru dua yang sudah dilakukan penaksiran harga ganti rugi tanah.

Sebanyak 27 desa yang terkena dampak tol Semarang – Batang itu berada di tujuh kecamatan. Perkiraan itu berdasarkan pada rencana awal pembangunan, yakni panjang jalan sejauh 37 kilometer.

Wilayah yang akan dilalui proyek tol ini berada di Kecamatan Weleri, Ringinarum, Gemuh, Pegandon, Ngampel, Brangsong dan Kaliwungu Selatan. Namun, dari 27 desa yang akan dilewati pembangunan jalan tol, saat ini baru dua desa yang sudah dilakukan penaksiran harga ganti rugi tanah. Yakni Desa Tegorejo dan Wungurejo, Kecamatan Ringinarum. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.