Puluhan Tunadaksa Diberi Kaki Palsu Gratis

METROSEMARANG.COM – Puluhan penyandang tunadaksa dari berbagai daerah di Jawa Tengah jalani pengukuran sebelum menerima bantuan tangan dan kaki palsu di Gereja Kristus, Jalan Ahmad Yani Semarang, Kamis (24/8). Bantuan tangan dan kaki palsu tersebut diberikan oleh Yayasan Peduli Tuna Daksa bekerjasama dengan Gereja Kristus.

Para penyandang tunadaksa sedang melakukan pengukuran untuk dibuatkan kaki palsu, Kamis (24/8) siang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh pemerintah, mereka bisa mendapatkan bantuan tangan maupun kaki palsu tanpa dipungut biaya.

“Ya harapan kami dengan adanya bantuan seperti ini banyak masyarakat yang kurang mampu terbantu untuk mendapatkan alat bantu tersebut, karena memang dari segi ekonomi alat bantu tersebut cukup mahal,” ujar Staf Administrasi Yayasan Peduli Tunadaksa, Muhamad Said.

Said menambahkan, saat ini harga kaki palsu bisa mencapai Rp 7 juta untuk di bawah lutut dan Rp 12 juta untuk ukuran di atas lutut. “Kalau ini kan sudah ada yang membantu, jadi gratis buat masyarakat,” beber Said.

Pemberian bantuan tangan maupun kaki palsu tersebut merupakan keempat kalinya dilaksanakan di Semarang. Pada kegiatan sebelumnya, sudah sekitar 600 penyandang tuna daksa yang diberi bantuan tangan dan kaki palsu tersebut. Kali ini, pihak penyelenggara menargetkan sekitar 150 orang.

Sementara di seluruh Indonesia, lanjut Said, pihaknya telah memberikan bantuan kepada sekitar 2.800 penyandang tunadaksa yang tersebar di beberapa wilayah.

Para penerima bantuan yang melakukan pengukuran hari ini, akan mendapatkan tangan ataupun kaki palsu tersebut dua bulan lagi karena pembuatannya dilakukan di Jakarta.

“Jadi nanti mereka yang sudah mengukur hari ini, besuk bisa datang ke tempat yang sudah ditentukan untuk mengambil tangan maupun kaki palsu dengan membawa persyaratan sesuai ketentuan,” imbuh Said.

Sementara, salah seorang penyandang tunadaksa, Jaiz mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tangan dan kaki palsu gratis ini. Ia juga menyambut baik kegiatan semacam ini, karena banyak masyarakat tunadaksa kurang mampu khususnya, yang membutuhkan bantuan.

Jaiz membutuhkan bantuan untuk kaki kanannya. Ia telah menyandang tunadaksa ini sejak tahun 1993 lalu akibat kecelakaan sepeda motor.

Ia mengaku pernah membeli kaki palsu seharga Rp 1,7 juta sekitar 24 tahun lalu. Ia juga telah melakukan penggantian kaki palsu sebanyak empat kali, namun tiga kali pergantian merupakan bantuan.

“Ya kalau kaki palsu berapa lama tahannya itu tergantung pemakaian, ini yang tadi saya ngukur merupakan kaki palsu kelima selama saya menyandang ini (tuna daksa). Ya semoga kegiatan seperti ini masih banyak yang menyelenggarakan, karena banyak masyarakat yang membutuhkan terutama bagi yang kurang mampu,” pungkas Jaiz. (fen)

You might also like

Comments are closed.