Puncak Kemarau Diperkirakan September, Ini Wilayah yang Terancam Kekeringan

Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Grobogan, tahun 2014. Tahun ini, wilayah tersebut diprediksi mengalami kasus serupa. Foto: metrosemarang.com/dok
Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Grobogan, tahun 2014. Tahun ini, wilayah tersebut diprediksi mengalami kasus serupa. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Musim kemarau tahun 2015 ini diperkirakan normal. BMKG telah memprediksikan fenomena El Nino tidak menguat, masih dalam normal hingga sedang sehingga musim kemarau tidak akan berkepanjangan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau sejak Mei 2015. Puncak kemarau diperkirakan September.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Kamis (28/5). Meskipun normal, kekeringan dan krisis air diperkirakan terjadi di beberapa wilayah yang kondisi alamnya memang kering.

“Beberapa daerah di Jawa, Bali, NTT, NTB, Lampung dan sebagian di Sumatera diperkirakan akan mengalami krisis air seperti Purwakarta, Wonogiri, Purwodadi, Pacitan, Boyolali, Pantura Jawa, Tuban, dan lainnya seperti tahun sebelumnya yang memang rawan kekeringan,” paparnya.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah meminta jajaran di BNPB dan BPBD menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Rencana antisipasi tengah disusun, terutama jika nanti membutuhkan penanganan darurat.

“Kekeringan bersifat slow on set. Artinya berlangsung secara perlahan sehingga lebih mudah mengatasinya. Untuk kelangkaan air dilakukan dengan pengerahan tangki air dan logistik ke daerah rawan kekeringan. Kami mengimbau masyarakat untuk hemat air dan pengaturan air untuk irigasi pertanian,” kata dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.