Puncak Kemarau, Fenomena Aneh Ini Muncul di Semarang

METROSEMARANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Kota Semarang menyatakan puncak musim kemarau terjadi mulai awal Agustus 2017. Tris Adi Sukoco, seorang analis cuaca dan iklim BMKG Klas I Semarang mengatakan, temperatur udara saat ini rata-rata berkisar pada angka 32 derajat celcius.

ilustrasi

“Tetapi kemarau tahun ini tidak terlalu kering. Karena pada Juli kemarin masih ada beberapa wilayah yang kebagian hujan, salah satunya di Pantura timur,” kata Tris kepada metrosemarang.com, di kantornya, Kamis (3/8).

Ia mengungkapkan perubahan iklim tersebut dipicu kenaikan suhu muka air laut dari kondisi normal.

Tri mengatakan kemarau hanya terjadi dalam rentang waktu pendek. Ia memperkirakan musim kemarau di Semarang akan berakhir pada Oktober nanti.

“September-Oktober akan mulai banyak hujan. Saya kira musim kemarau hanya sampai lima bulan saja,” katanya.

Walau begitu, ia mengatakan fenomena kemarau kali ini tergolong tidak terlalu ekstrem.

Bahkan, saat malam hari suhu udaranya justru menurun drastis hingga menyentuh angka 18-19 derajat celcius. “Sehingga udaranya terasa sangat dingin. Ini gejala yang jarang terjadi dibanding tahun lalu malah hujan terus,” cetusnya.

Selain dipengaruhi suhu muka air laut, dinginnya udara saat malam hari juga dipicu adanya hembusan angin dari arah pegunungan bagian tengah.

Karenanya, ia menambahkan musim kemarau membuat panen raya tembakau dan garam menjadi terganggu. “Panen rayanya mundur. Dropping air pasti terganggu,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.