Puncak Kunjungan Wisatawan, Penjagaan di Gua Kreo Diperketat

METROSEMARANG.COM – Aparat gabungan TNI/Polri memperketat pengamanan bagi para pelancong yang menyambangi Gua Kreo di Kandri, Gunungpati. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi insiden saat pelancong berinteraksi dengan kera penghuni kawasan wisata tersebut.

Obyek wisata Gua Kreo dipadati wisatawan saat libur Lebaran 2017. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Para personel TNI/Polri sejak Lebaran hingga hari ini masih disiagakan di Gua Kreo. “Ada sejumlah aparat yang berjaga selama liburan panjang. Meliputi dua personel Babinsa, dua orang Babinkamtibnas serta dibantu pengamanan dari Polsek Gunungpati dan Polrestabes Semarang,” ungkap Kepala UPTD Agro Wisata Gua Kreo, Mamit Sumitra kepada metrosemarang.com, Sabtu siang (1/7).

Menurutnya penjagaan kawasan wisata juga didukung oleh para tim medis yang dari RSUD Tugu dan puskesmas terdekat. Mereka, kata Mamit siap memberikan pertolongan bagi pengunjung yang kelelahan. “Semuanya standby di Gua Kreo sampai liburan usai,” terangnya.

Ia menyebut puncak kunjungan wisatawan terjadi pada hari ini. Jumlah pelancong yang datang ke Gua Kreo mencapai 3.600 orang. “Paling banyak dibanding hari H Lebaran hanya kisaran 1.000 orang,” jelasnya.

Ia mengatakan tarif masuk Gua Kreo kini berubah jadi Rp 5.500 per lembar. Kenaikan harga tiket itu diklaim karena menyesuaikan Perwal Nomor 28 Tahun 2017 yang diterbitkan Wali Kota Hendrar Prihadi sejak 20 Juni kemarin untuk mengatur harga tiket masuk Gua Kreo.

“Awalnya Rp 4.000 per lembar. Sekarang jadi Rp 5.500 per lembar. Harganya kita sesuaikan dengan aturan Perwal,” akunya. Namun ia menyatakan kenaikan harga tiket sementara ini tak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

Gua Kreo, kata dia, masih menyimpan sejuta pesona bagi pariwisata Semarang. Kera ekor panjang menjadi daya pikat bagi para pengunjung.

Saat ini, popuasi kera ekor panjang terus bertambah banyak. “Banyaknya anak kera yang lahir menunjukkan bahwa populasi hewan primata itu sangat banyak. Beberapa indukan saya lihat ada yang hamil, tetapi ada pula yang sudah menggendong bayinya. Ini jadi daya tarik tersendiri bagi pelancong,” ungkapnya.

Ia menambahkan destinasi unggulan lainnya yaitu panorama alam yang ada di Waduk Jatibarang. Keindahannya semakin lengkap dengan adanya tracking Gua Kreo yang dipenuhi sekelompok kera. “Penguniung naik pesat dibanding kondisi normal hanya 100-1.000 orang.

Untuk menambah daya tarik, pada Minggu (2/7) besok, pihaknya akan menggelar panjat pinang kera sekitar pukul 10.00 WIB. Selain itu, akan diselenggarakan Sendratari Kera Kreo pada 8 Juli dan perayaan Sesaji Rwanda tanggal 5 Juli. (far)

You might also like

Comments are closed.