Puncak Musim Hujan, 15 Warga Semarang Terserang DBD

METROSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat 15 warga menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga akhir bulan Februari. Penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini muncul seiring puncak musim hujan yang sedang terjadi saat ini.

Ilustrasi. Sebanyak 15 warga Semarang terjangkit demam berdarah di awal 2018. Foto: metrosemarang.com/dok

Kasus penderita DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Genuk. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan kasus DBD memang setiap tahun terjadi di Semarang. Namun demikian kasus ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017 lalu.

‘’Di tahun 2017 kasus penderita DBD mencapai 155 dan 1 orang meninggal. Saat ini di periode bulan yang sama (hingga Februari) kasusnya turun drastis, tercatat baru 15 warga yang terjangkit DBD. Semoga saja tidak tambah jika diimbangi dengan pola hidup sehat warga,’’ katanya, Rabu (28/2).

Untuk menekan angka penderita tersebut, Widoyono menyebutkan Dinas Kesehatan menerjunkan Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) di masing-masing kelurahan. Hampir 60 persen tempat berkembangnya nyamuk penyebab DBD adalah pot tanaman, kolam air bersih, dan sumber air lainnya.

‘’Kami sangat terbantu dengan adanya Gasurkes di setiap kelurahan yang rutin memantau jentik nyamuk di masing-masing rumah warga. Selain itu peran Kader PKK, Lurah, dan Camat yang menggerakkan masyarakat untuk gotong royong bersih-bersih lingkungan secara aktif terus berjalan,’’ terangnya.

Widoyono menambahkan, risiko penderita DBD di kota Semarang setiap tahun turun, lantaran setiap Lurah telah diminta menggerakkan masyarakatnya untuk rutin membersihkan lingkungan melalui kegiatan gotong royong.

‘’Apalagi untuk Lurah ini ada sanksi sosialnya dari Wali Kota, pas rapat kordinasi akan dilihatkan wilayah-wilayah yang progres lingkungannya menurun, atau banyak temuan kasus DBD. Maka lurah sendiri akan malu dan menjalankan amanah tadi untuk menjaga lingkungan,’’ pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.