Pungkasi Laga Kandang, PSIS Naik ke Peringkat 8

berlaga Tanda 2 Pemain Andalan

Bukan komposisi terbaik pada kedua tim, yang akan disaksikan para supporter. Namun tetap akan menjadi pertandingan yang menarik bagi meraka.

MENJELANG laga kandang terakhir Liga 1 musim ini bagi Laskar Mahesa Jenar, pelatih Jafri Sastra putar otak. Ia tak bisa memainkan Safrudin Tahar dan Ibrahim Conteh pada laga menyambut Persipura Jayapura. Keduanya diganjar kartu kuning pada pertandingan melawan Madura United di Bangkalan, pekan sebelumnya.

Safrudin Tahar akan melewatkan laga kandang terakhir saat PSIS menjamu Persipura, Sabtu (1/12). Foto: metrojateng.com

Sebuah “tebusan” yang mahal untuk hasil seri dan hanya bisa menambahkan satu poin pada tabel klasemen. Bagaimanapun, Safrudin Taher dan Ibrahim Conteh adalah bagian dari pemain andalan PSIS. Tahar selama ini selalu jadi pilihan di sisi kiri pertahanan PSIS. Sedangkan Conteh nyaris tak tergantikan di lini tengah.

Jika mereka harus absen dari permainan, tentu ini mengganggu persiapan laga kandang terakhir yang dijadwalkan pada Sabtu, 1 Desember 2018 di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Meski posisi PSIS telah aman, namun mereka tetap saja mengincar kemenangan.

Tapi Jafri masih memiliki Frendi Saputra dan pemain muda Aqsha Saniskara yang akan mendampingi Gilang Ginarsa di pekan ke-33 Liga 1 musim ini. Sedangkan di lini tengah, M Wahyu dan Hafit Ibrahim bisa menjadi opsi.

“Ada banyak pilihan di posisi gelandang. Hafit, Wahyu atau Komarudin bisa main di situ. Untuk kompetisi yang panjang, semua pemain harus siap saat dibutuhkan tim,” ujar Jafri.

 

Waspadai Persipura

Tak beda, Persipura Jayapura berangkat ke Magelang tanpa sang kapten, Boas Solossa, karena hukuman. Kendati demikian, pelatih PSIS Jafri Sastra tetap menganggap skuad Mutiara Hitam itu berbahaya. Menurut Jafri, mereka mempunyai pemain-pemain berkualitas untuk menggantikan peran sang kapten.

psis persipura
Nerius Alom kehilangan partner di lini tengah saat PSIS menjamu Persipura. Foto: metrojateng.com

“Saya pernah bersama Persipura selama setengah musim dan setidaknya tahu karakter tim mereka seperti apa. Siapapun yang dimainkan tak akan banyak perbedaan dan kami harus siap menghadapi,” kata Jafri di sela sesi prematch, Jumat, 30 November 2018.

Jafri Sastra menangani tim asal Papua itu di era ISC A 2016. Saat itu ia menggantikan Oswaldo Lessa. Jafri hanya menjalani 13 pertandingan bersama Mutiara Hitam sebelum digantikan Alfredo Vera. Sedangkan Oswaldo Lessa saat ini kembali menjadi pelatih Persipura.

Saat ini PSIS menghuni peringkat 12 dengan perolehan 43 poin, sedangkan Persipura satu setrip di atasnya dengan torehan 44 poin. Jika mampu mengatasi Hilton Moreira cs, Mahesa Jenar bakal kembali masuk 10 besar. Jafri meminta pemainnya bermain layaknya melakoni laga final.

“Ini pertandingan home terakhir musim ini. Meski sudah aman dari degradasi, kami tetap ingin meraih poin penuh agar posisi kami lebih bagus di akhir kompetisi. Pertandingan ini kami anggap sebagai final,” tandasnya.

Oswaldo Lessa sendiri juga menandai PSIS sebagai tim kuat. Menurut dia, pertandingan antara anak asuhnya melawan asuhan Jafri Sastra tidak akan menjadi pertandingan yang mudah.

“Tahun ini PSIS baru naik ke Liga 1. Mereka punya filosofi yang bagus, pemain yang pintar,” tutur pelatih asal Brazil ini. Tentunya, Lessa telah menyiapkan strategi untuk memenangkan laga.

SUSUNAN PEMAIN:

PSIS 4-2-3-1: Joko Ribowo–Gilang Ginarsa, Petar Planic, Rio Saputro, Frendi Saputra; Muhammad Yunus, Nerius Alom; Komarudin, Bayu Nugroho, Hari Nur Yulianto; Bruno Silva

Persipura 4-2-3-1: Panggih Priyo–Valentino Telaubun, Yustinus Pae, Gunansar Mandowen, Yohanis Tjoe; Imanuel Wanggai, Prisca Womsiwor; Rivaldo Ferre, Hilton Moreira, Ian Louis Kabes; Addison Alves

 

 

Babak Pertama yang Tak Mulus

Sabtu sore, 1 Desember 2018, Stadion Moch Soebroto dibuka. Sepuluh ribu lembar tiket telah disiapkan untuk penonton. Lima ratus lembar di antaranya diperuntukkan bagi supporter tim tamu Persipura Jayapura di sektor selatan tribun barat.

Bukan komposisi terbaik pada kedua tim, yang akan disaksikan para supporter. Namun tetap akan menjadi pertandingan yang menarik bagi meraka.

Tuan rumah mengawali laga pekan ke-33 dengan kurang mulus. Absennya Ibrahim Conteh mereduksi kekuatan lini tengah Mahesa Jenar. Tim tamu lebih dulu menciptakan peluang di menit keenam. Persipura mendapat tendangan bebas di sisi kanan pertahanan PSIS. Eksekusi Hilton Moreira bisa dimentahkan kiper Joko Ribowo.

PSIS menekan melalui Komarudin di menit 11. Mendapat ruang tembak di sayap kanan, eksekusi pemain bernomor 10 melenceng di kanan gawang Panggih Priyo.

Peluang emas kembali dimiliki tuan rumah di menit 23. Sepakan jarak jauh M Yunus ditepis dengan satu tangan oleh Panggih dan berbuah sepak pojok.

psis persipura
Bruno Silva memborong dua gol kemenangan PSIS atas Persipura, Sabtu (1/12/2018). Foto: metrojateng.com

Dari tendangan pojok tersebut, Hari Nur melepaskan tendangan volley tapi juga belum tepat sasaran. Bola melebar ke kanan gawang. Dua menit sebelum turun minum, Bayu Nugroho nyaris memberi keunggulan PSIS. Menerima operan Bruno Silva, sepakannya masih bisa ditepis kiper Persipura.

Tim tamu lebih dulu memimpin saat babak pertama memasuki injury time. Rivaldo Ferre menaklukkan Joko Ribowo dan membawa Mutiara Hitam menutup paruh pertama dengan keunggulan satu gol.

 

Kemenangan di Injury Time

PSIS baru membalas lewat eksekusi penalti Bruno Silva di menit 51. Wasit memberi hadiah sepakan 12 pas setelah Hari Nur dilanggar di area terlarang. Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal usai. Persipura sempat mengancam melalui tendangan bebas Hilton Moreira di menit 90. Lagi-lagi Joko Ribowo melakukan penyelamatan gemilang.

Gol kemenangan PSIS baru tercipta ketika injury time memasuki menit keempat. Komarudin berhasil lolos dari perangkap offside dan mengirim umpan mendatar ke mulut gawang. Bruno Silva tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Persipura.

Skor 2-1 untuk keunggulan PSIS bertahan hingga laga tuntas. Hasil ini menjadi penutup yang sempurna buat Mahesa Jenar dan membawa mereka naik ke peringkat delapan dengan perolehan 46 poin. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Leave A Reply