Pungli Johar, Pedagang Ditarik Retribusi Ilegal Rp 2.500 Per Hari

Pedagang Pasar Johar  berdialog dengan Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (23/6). Para pedagang Johar kembali mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Dinas Pasar. Foto: metrosemarang.com/dok
Pedagang Pasar Johar berdialog dengan Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (23/6). Para pedagang Johar kembali mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Dinas Pasar. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Johar yang masih berada di Jalan H Agus Salim mengeluhkan adanya retribusi dari oknum yang mengaku dari Dinas Pasar Kota Semarang. Menurut penuturan pedagang, penarikan retibusi tersebut akan digunakan sebagai jaminan agar pedagang terkait bisa menempati lapak sementara yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Saya ditarik Rp 2.500 per hari. Entah digunakan untuk apa. Tapi yang jelas katanya untuk jaminan agar terdata dan mendapat tempat di MAJT,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, Minggu (22/11).

Yang lebih membuatnya bingung adalah ketika penarikan retribusi tersebut, dirinya tidak mendapatkan karcis resmi dari Dinas Pasar Kota Semarang. Setelah ditanya, pedagang lain yang berada di samping kanan dan kirinya juga mendapatkan perlakuan sama.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang dari Komisi B, Danur Respriyanto mengatakan, penarikan retribusi tersebut jelas merupakan tindakan yang menyalahi aturan. Pihaknya meminta agar Dinas Pasar segera menyelidiki oknum yang melakukan penarikan ilegal tersebut.

“Selain itu, pembangunan Pasar Johar juga akan menggunakan anggaran dari Pemerintah, bukan menggandeng investor. Itu akan meminimalisir pungutan-pungutan yang terjadi saat pedagang mulai memasuki lapak barunya,” ungkapnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.