Purwanto Masih Terkesan dengan Semarang

METROSEMARANG.COM – Duel PSIS kontra Persiba Bantul bisa jadi bakal menguras emosi Purwanto. Jika dulu dia pernah diidolakan di Jatidiri, Jumat (14/7) besok, mantan bomber Timnas itu akan berdiri di kubu lawan yang tengah berjuang lolos dari jeratan degradasi.

Purwanto Suwondo, masih menyimpan kenangan bersama PSIS. Foto: metrosemarang.com

Sosok Purwanto sudah sangat akrab dengan pecinta PSIS di awal tahun 2000 an. Dia termasuk salah satu pemain berlabel bintang yang didatangkan Yoyok Sukawi di Liga Indonesia X 2003-2004 setelah gagal memertahankan Julio Lopes.

Dibanding rekrutan lainnya saat itu, macam Lilik Suheri, Riswandi maupun Sasi Kirono, pemilik nama lengkap Purwanto Suwondo itu jelas lebih mengilap. Berstatus sebagai mantan pemain Timnas dan pernah bermain di Persija Jakarta dan Pelita Krakatau Steel, membuatnya jadi harapan fans Mahesa Jenar untuk mendongkrak prestasi tim Ibukota Jateng.

Purwanto diharapkan jadi duet maut di lini serang bersama Roberto Kwateh yang sebelumnya cukup sukses di PSIM Yogyakarta. Namun, kisah Purwanto dan PSIS tak semulus yang dibayangkan.

Dia gagal menunjukkan kebintangannya dan bahkan harus menunggu selama setahun lebih untuk bisa mencetak gol buat PSIS. Tapi, gol ke gawang PSPS Pekanbaru pada bulan November 2004 itu sangat krusial. Bukan saja jadi penentu kemenangan, melainkan juga memastikan Mahesa Jenar bertahan di Liga Indonesia, meski masih ada tiga laga tersisa.

Setelah hampir 13 tahun, Purwanto kembali menginjakkan kakinya di rumput Stadion Jatidiri. Bukan sebagai pemain, melainkan pelatih Persiba Bantul yang akan bertanding melawan PSIS.

Kamis (13/7) sore, Purwanto memimpin anak asuhnya menjajal kerasnya lapangan yang akan segera dipugar tersebut. Nyaris tidak ada yang berbeda dari penampilannya, kecuali jambang lebat dan perut yang sedikit membuncit.

Pria yang pernah membesut PSBI Blitar ini berujar bahwa dirinya akan selalu terkesan dengan Kota Semarang dan PSIS. “Semarang selalu mengesankan bagi saya. Sayang saya hanya sebentar main di sini,” katanya.

Kini, dia punya tugas berat untuk memimpin Persiba meladeni mantan timnya. Torehan dua poin dari enam pertandingan dengan satu laga tersisa di putaran pertama jelas bukan kondisi ideal bagi Purwanto dan Persiba.

Dari delapan kontestan di Grup 4, Johan Manaji dkk masih terpuruk di dasar klasemen. Padahal, empat tim terbawah otomatis langsung turun kasta alias degradasi.

Purwanto pun menyebut PSIS pantas diunggulkan di pertandingan besok. “PSIS punya semua dukungan yang dibutuhkan. Pemain, suporter maupun manajemen. Tapi, kami tidak merasa tertekan dengan situasi ini, justru makin termotivasi,” ucapnya.

Pada laga terakhir, Persiba harus puas berbagi skor 2-2 saat menjamu Persipon Pontianak dan berujung aksi demonstrasi sekelompok suporter. Sedangkan PSIS takluk 0-1 di kandang Persis Solo. (twy)

You might also like

Comments are closed.