Pusing Menahan Mahkota, Guru SMP Terang Bangsa Ini Tetap Semangat Doakan Semarang

Andhitia Setia Sari Widuri  dengan mahkota di kepalanya saat mengikuti Karnaval Paskah 2015, Kamis (30/4) sore. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Andhitia Setia Sari Widuri dengan mahkota di kepalanya saat mengikuti Karnaval Paskah 2015, Kamis (30/4) sore. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Andhitia Setia Sari Widuri berjalan perlahan di antara ribuan peserta Karnaval Paskah 2015 Kota Semarang yang berlangsung Kamis (30/4) sore tadi. Meski harus mahkota yang lumayan berat, guru SMP Terang Bangsa ini tak pernah putus berdoa untuk Kota Semarang di sepanjang rute karnaval.

Andhitia memang memerankan tokoh putri kahyangan dalam karnaval bertema ‘Kasih KaruniaNya Hebat Menyertai Kita’ itu. Meski terlihat kelelahan karena harus memakai mahkota yang beratnya sekitar satu kilo, namun Andhitia selalu memberikan senyum kepada ribuan penonton di sepanjang jalur karnaval.

“Yang bikin lelah bukan jalannya, tapi karena pusing nahan beban mahkota. Tapi meski pusing tetap semangat dan senang,” bebernya kepada metrosemarang.com.

Busana yang dikenakannya dalam karnaval kali ini merupakan hasil buah karya sekolahnya saat mengikuti Semarang Night Carnival tahun lalu. Untuk persiapan mengikuti karnaval, Andhitia mengaku sempat berlatih menahan beban mahkota dan berjalan mengenakan kostum itu. “Karena kostum ini kan ketat, jadi jalannya harus tertata dan pelan-pelan,” imbuhnya.

Sepanjang perjalanan karnaval dia juga bukan hanya menahan mahkota, melainkan berdoa untuk kebaikan dirinya sendiri, keluarga, dan sekolahnya. Selain itu dirinya juga berdoa untuk kemajuan Kota Semarang yang sudah berusia 468 tahun. “Setiap langkah tadi berdoa. Semoga Semarang diberkati di umurnya yang semakin menua,” tambahnya.

Peserta karnaval berasal dari seluruh gereja dan sekolah Kristen di Semarang. Para peserta menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari Balai Kota Semarang sampai Lapangan Kalisari. Selain karnaval, juga digelar bazar dan pasar murah. (ans)

You might also like

Comments are closed.