Radhar Panca Dahana Gelar Diskusi di Lima Tempat

DiskusiRadhar (1)

SEMARANG – Dalam rangkaian acaranya di Kota Semarang, Radhar Panca Dahana juga menggelar diskusi buku di lima tempat. Selain Radhar sendiri, diskusi yang temanya mengambil judul buku Radhar itu juga menghadirkan politikus, birokrat, akademisi, dan budayawan Semarang.
Diskusi pertama membicarakan buku Kebudayaan Politik: kritik pada Demokrasi di Wisma Perdamaian Semarang, Kamis (28/5) pukul 08.30 sampai 12.00. Diskusi ini direncanakan menghadirkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil ketua DPRD Jateng Sukirman, Pakar Antropologi Sosial Universitas Diponegoro Agus Maladi Irianto, dan dimoderatori Pemred Suara Merdeka Amir Machmud NS.
Pada hari yang sama, pukul 13.30 sampai 16.00 digelar juga diskusi di Universitas Negeri Semarang. Diskusi buku Manusia Istana ini akan dihadiri pembicara tiga sastrawan. Yakni Triyanto Triwikromo, Bandung Mawardi, dan S Prasetyo Utomo. Dosen Unnes Sucipto Hadi Purnomo akan memandu diskusi ini.
Hari berikutnya, atau Jumat (29/5) giliran Kampus Universitas Diponegoro Tembalang menjadi tuan rumah. Sesi ini membicarakan bukuEkonomi Cukup: Kritik pada Kapitalisme yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00. Untuk meramaikan akan hadir tiga pembicara yakni Dr Nugroho SBM dari Undip, Rektor Unika Soegijapranata Prof Budi Widianarko, dan Hendri Saparini dari Jakarta. Sebagai moderator ialah Mantan Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo.
Pada diskusi terakhir Jumat pukul 13.30 hingga 16.00 bertempat di Kampus Unika Soegijapranata. Kali ini membicarakan buku Agama dalam Kearifan Bahari dengan pembicara Sastrawan Ahmad Tohari, pakar budaya pesisiran Prof Mudjahirin Thohir, dan akademisi Unika Donny Danardono. Sebagai moderator Triyanto Triwikromo.
Radhar mengatakan, empat diskusi tersebut akan membedah pemikiran dalam buku-bukunya. Ia mencoba menawarkan gagasan tentang realitas mutakhir negeri dan bangsa ini yang mengalami kerusakan kultural. “Dari elit sampai grassroot rusak, sakitnya sudah kronis,” tegas pria yang dikenal sebagai teaterawan, budayawan, sekaligus penulis produktif ini. (byo)

Comments are closed.