Radhar Panca Dahana Pentaskan Drama Politik Homo Reptilicus

DiskusiRadhar (1)

SEMARANG – Teaterawan, budayawan, penulis buku Radhar Panca Dahana mengusung Teater Kosong ke Semarang. Ia mempersembahkan lakon Homo Reptilicus di Auditorium RRI Semarang pada Kamis (28/5) malam.

Lakon ini adalah sekuel dari Republik Reptil yang dipentaskan lima tahun silam. Pertunjukan berdurasi dua jam ini dimainkan 25 aktor dan 15 kru panggung. Sejumlah artis ikut berolah akting, seperti Olivia Zalianty dan Ine Febriyanti.

“Mereka pemain film yang aktingnya juga mumpuni di panggung,” kata Radhar, ketika berbincang dengan metrosemarang.com, Selasa (26/5) sore.

Diceritakannya, Republik Reptil terinspirasi konflik Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lazim disebut Cicak versus Buaya. Pertunjukan mengetengahkan kondisi bangsa yang dikuasai segelintir elit Negara yang digambarkan sebagai perwujudan sifat-sifat reptil. Ada komodo, biawak, kadal, salamander dan sebagainya.

Awal tahun ini Radhar menggarap naskah lanjutannya. Tak disangka, saat proses penggarapan, terjadi konflik Cicak Vs Buaya dua. Hanya saja menurut Radhar, sekarang yang memiliki sifat-sifat reptil tidak hanya elit politik, tapi bangsa ini seluruhnya, terutama masyarakat kelas menengah.

“Kita punya potensi animalistik. Ya liciknya, kanibalistiknya, ganasnya,” ujar dia.

Jadilah drama politik berjudul Homo Reptilicus yang sudah dipentaskan di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 24-26 Maret lalu. Drama ini menggggambarkan pertarungan Komjen Bagus Girang (BG) melawan Presiden Raung Itibar (RI). Meski pada akhirnya BG harus kalah, namun sejatinya tidak ada yang menang.

“Kalah jadi abu, menang jadi arang,” tukas Radhar.

Selain soal cerita, pertunjukan yang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Semarang ini juga membawa konsep pertunjukan yang tidak biasa, minimal di jagat perteateran Semarang. Radhar merancang pengadegan secara filmis dalam tempo cepat. Ada 19 latar tempat dalam 45 adegan yang ia hadirkan sepanjang pertunjukan.

“Adegannya filmis banget, cut to cut secara cepat, kira-kira satu adegan hanya satu sampai dua menit. Jelas butuh cara kerja dan bongkar pasang setting yang cepat juga,” tegasnya.

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.30 ini dibanderol Rp 15 ribu untuk mahasiswa dan pelajar, Rp 50 ribu untuk umum, serta Rp 150 ribu untuk VIP. (byo)

Comments are closed.