Ramaikan Pasar, Dewan Dorong Ada Inovasi yang Kreatif

METROSEMARANG.COM – Upaya untuk meramaikan pasar setelah dibangun seperti Pasar Bulu harus dilakukan Pemerintah Kota Semarang secara inovatif. Tetapi inovasi itu juga harus benar-benar kreatif sehingga menarik pembeli dan pada akhirnya pasar menjadi tidak sepi lagi.

Acara dialog interaktif tentang upaya meramaikan pasar yang digelar DPRD Kota Semarang di Pasar Bulu, Selasa (21/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono mengatakan, Pasar Bulu sebenarnya lokasinya sangat strategis dan jika malam sudah ada beberapa kuliner yang berjualan di teras pasar. Namun sayangnya promosinya masih kurang sehingga pasar masih tetap sepi.

”Kuliner itu mungkin sebaiknya tidak hanya malam saja tapi juga buka pada siang hari. Selain itu diharapkan ada hadiah untuk menarik orang datang misalnya makan berhadiah sesuatu. Dengan demikian pasti dampaknya akan meramaikan pasar,” kata Wiwin saat dialog interaktif yang digelar DPRD Kota Semarang di lantai 1 Pasar Bulu, Selasa (21/2).

Dia juga mendorong agar di pasar khususnya di Pasar Bulu digelar kegiatan Festival Kuliner untuk meramaikan pasar. Ini termasuk salah satu bentuk inovasi yang kreatif untuk dapat mendatangkan banyak orang dan meramaikan pasar. Misalnya di Banyuwangi saja, kata dia, dalam setahun pasarnya bisa menggelar festival hingga sebanyak 25 kali.

Akademisi Unika Soegijapranata Hendrawan mengatakan, upaya revitalisasi pasar memang patut didukung agar tidak tegerus oleh keberadan pasar-pasar modern. Namun dalam pembangunan tersebut harusnya melibatkan dan berkomunisi intensif dengan pedagang.

Sehingga tidak ada protes bahkan penolakan dari pedagang karena hasil pembangunan pasarnya dinilai tidak cocok untuk mereka berjualan. Dalam penataan pedagang atau zonasi, sebaiknya juga barang kebutuhan primer ditaruh di lantai paling atas seperti sembako.

”Jadi orang pasti akan mau naik ke atas karena di atas kebutuhan yang harus dibeli. Sehingga pasar akan ramai karena baik laintai bawah maupun atas semuanya dikunjungi pembeli,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menanggapi, bahwa Pasar Bulu sebenarnya semua pedagang sudah menempati lapak dan kiosnya baik yang berada di lantai bawah maupun atas. Pusat kuliner juga sudah ada untuk menarik orang berkunjung ke pasar.

Namun demikian, pihaknya akan lebih menggencarkan lagi upaya promosi agar orang mau berbelanja di pasar tradisional. Dengan menggandeng berbagai pihak termasuk dukungan para pedagang sendiri agar dapat lebih memaikan pasar khususnya Pasar Bulu. (duh)

You might also like

Comments are closed.