Rampas Mobil Polisi, Dua Debt Collector Digebuki

METROSEMARANG.COM – Dua orang pemuda menjadi bulan-bulanan massa setelah merampas sebuah mobil milik salah seorang anggota Sabhara Polda Jawa Tengah Bripda Laksmi Adityo di Jalan Citarum Semarang, Selasa (24/5) dini hari. Belakangan diketahui keduanya merupakan debt collector perusakan pembiayaan.

Pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa, sebelum akhirnya anggota dari unit Sabhara Polda Jateng dibantu tim Opsnal Polsek Gayamsari datang ke lokasi untuk mengamankan. Keduanya diketahui bernama Josri Situmorang (42) warga Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Semarang dan Libes Simbolon (23) warga Parbuluan Sumatera Utara.

Ilustrasi. Razia debt collector, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi. Razia debt collector, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi melalui Panit Resmob Ipda Aris Panuwon mengatakan sebelum menangkap pelaku, pihaknya lebih dulu menerima laporan adanya pelaku perampasan di kawasan Jalan Citarum. Dari tiga pelaku, satu orang berinisial B berhasil kabur.

“Kami awalnya menerima laporan ada pelaku perampasan tertangkap di daerah Citarum. Kemudian anggota kita yang sedang melakukan pengamanan di event Semarang Fair menuju lokasi. Ternyata sampai di sana (lokasi) sudah ada anggota Polda yang mengamankan pelaku,” ungkap Aris, Selasa (24/5) siang.

Pihaknya mengungkapkan, aksi perampasan tersebut berawal ketika pelaku yang diketahui bekerja sebagai debt collector di salah satu perusahaan leasing membuntuti korban dengan mengendarai mobil. Korban saat itu akan menuju di sebuah wahana permainan Ferris Wheel atau Bianglala di Jalan Kedungmundu Semarang, pada Senin (24/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

“Setelah kita selidiki, pelaku memang membawa surat tugas resmi dari perusahaan leasing bersangkutan. Meski begitu, secara prosedur hal demikian ini menyalahi aturan, tidak bisa dibenarkan dan dapat dikenai tindak pidana,” kata Aris.

Untuk diketahui, sesuai prosedur penarikan kendaraan bermotor sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran fidusia. Sesuai aturan itu, penyitaan hanya bisa dilakukan oleh pengadilan.

Sementara korban yang mengendarai mobil jenis Mitsubishi Mirage Nopol K-312-JO diketahui bersama seorang temannya bernama Bripda Dwi Bima Prakoso. Setiba di lokasi, keduanya kemudian dihampiri para pelaku. Pelaku yang yang berjumlah tiga orang, lantas meminta paksa mobil tersebut.

Setelah ditangkap, kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolsek Gayamsari Semarang sebelum akhirnya diserahkan ke Kepolisian Sektor Semarang Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (din)

You might also like

Comments are closed.