Rancang Mobil Udara, Mulyono Finalis Guru Kreatif Nasional

Guru SMPIT PAPB Semarang, Mulyono menyiapkan karya inovasi mobil udara untuk lomba kreativitas guru tingkat nasional. Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Guru SMPIT PAPB Semarang, Mulyono menyiapkan karya inovasi mobil udara untuk lomba kreativitas guru tingkat nasional. Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Kabar baik datang dari dunia pendidikan Kota Semarang. Prestasi membanggakan baru-baru ini diraih oleh guru IPA SMPIT PAPB Semarang, Mulyono. Pria kelahiran Klaten 28 Agustus 1984 itu masuk finalis dalam lomba kreativitas guru tingkat nasional 2015. Dia akan berangkat ke Jakarta pada 18-25 November untuk bersaing dengan guru-guru lainnya di tingkat nasional.

Mulyono lolos sebagai finalis karena keunggulan inovasi pembelajaran IPA yang dikembangkannya, yaitu alat pembelajaran mobil udara 003. Alat tersebut merupakan karya inovasinya yang ketiga setelah roket air dan stoples tekan untuk mempercepat pembuatan telur asin.

Saat ditemui di sekolah, Mulyono tengah sibuk nempersiapkan prototipe mobil udara 003. Alat pembelajaran tersebut dikembangkannya sejak April 2015 lalu. Beberapa kali diujicobakan dalam pembelajaran IPA di kelas.

Dia mengungkapkan, mobil udara merupakan pengembangan lanjutan dari roket air yang pernah dibuatnya. Alat tersebut untuk mempraktikkan hukum gerak Newton. Dia ingin menghadirkan sains dalam kemasan permainan agar lebih mudah diterima siswa.

“Harapan di nasional nanti bisa masum tiga besar. Dari Semarang yang guru SMP cuma saya sendiri. Yang lainnya dari SD,” katanya.

Mulyono yang merupakan lulusan Fisika Undip mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Prestasinya dalam bidang pendidikan cukup banyak. Sebelumnya dia juga ditetapkan sebagai juara dua lomba inovasi pembelajaran yang digelar Unnes. Roket air karya inovasinya juga memeroleh penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah dalam pameran produk inovatif 2015.

Prestasi juga muncul dari siswa-siswi di bawah bimbingannya. Sejak 2011, tim roket air yang diampunya mengoleksi penghargaan sebanyak 36 trofi tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Mulyono mengungkapkan, koleksi trofi tersebut dimulai saat lomba di Polines. Saat itu timnya yang baru pertama kali ikut langsung juara 2. Sejak itu, tim roket airnya maju mewakili Jateng ke tingkat nasional. Di tahun pertama, tim masih belum beruntung karena hanya dapat peringkat ketujuh.

“Setelah itu hampir tiap tahun kita selalu menang untuk tingkat kota maupun provinsi. Kalau juara tingkat nasional baru tahun 2014 dan 2015. Kami sempat mewakili Indonesia ke Jepang. Tapi belum berhasil,” katanya.

Mulyono mengaku senang atas raihan prestasi siswa-siswinya. Dia berharap prestasi itu tetap berlanjut. Untuk itu dia melakukan kaderisasi tim melalui program ekstrakurikuler roket air.

Tak hanya itu, dia juga berbagi kreativitas membuat roket air kepada guru SD di Kota Semarang. “Tanggal 28 November kami undang guru SD. Ada 25 SD yang akan ikut pelatihan roket air,” katanya. (arf)

 

 

You might also like

Comments are closed.