Rasmoyo ‘Bintang’ Kegagalan Mahesa Jenar

image
Penampilan Ronald Fagundez tak optimal gara-gara Rasmoyo. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Pelatih PSS Heri Kiswanto menyebut sukses membatasi ruang gerak Ronald Fagundez sebagai kunci keberhasilan timnya mencuri satu angka di Jatidiri. Meski tak menunjuk personel, Rasmoyo layak menjadi bintang Laskar Super Elang Jawa di pertandingan yang berkesudahan 2-2 itu.

“Sejak awal saya sudah memperkirakan, kami akan menjalani pertandingan sulit di Semarang. Tapi, anak-anak cukup disiplin, khususnya dalam membatasi pergerakan Ronald Fagundez,” kata Heri, seusai pertandingan.

Eks pembesut PSIS itu pun sukses memberi kejutan pada bekas timnya. “Saya instruksikan agar anak-anak lebih sabar dan tidak terpancing untuk meladeni agresivitas pemain-pemain PSIS,” lanjutnya.

Merujuk dari ucapan Herkis, pemain yang layak disebut biang kegagalan Mahesa Jenar adalah Rasmoyo. Dia memang tak masuk scoresheet, tapi penampilan mantan penggawa Persebaya dan Arema di pos wingback kanan nyaris tanpa cela.

Rasmoyo memang bertanggung jawab atas terjadinya gol pertama PSIS saat dia terpeleset dan memudahkan Nufiandani mengirim umpan untuk Julio Alcorse. Tapi, pemain kelahiran Magelang itu sanggup membayarnya dengan penyelamatan krusial di menit 59, ketika menggagalkan tendangan Nufiandani yang sudah bergulir di garis gawang.

Rasmoyo juga punya peran penting untuk mematikan Fagundez. Ketenangan dan kedisiplinannya mampu menutupi faktor usia yang sudah 35 tahun. Dia sukses menyumbat aliran serangan PSIS dari sisi kiri dan memaksa Fagundez beberapa kali harus menusuk dari tengah.

Akibatnya, gelandang Uruguay itu tak leluasa mengirim bola ke kotak penalti. Saat mencoba masuk dari tengah, di area itu sudah berkumpul pemain-pemain PSS. Inilah salah satu alasan PSIS akhirnya harus kehilangan dua angka di kandang sendiri. (*)

You might also like

Comments are closed.