Ratusan Anak Berebut Kupat Jembut saat Rayakan Syawalan di Semarang

METROSEMARANG.COM – Ketupat jembut lagi-lagi menjadi primadona bagi anak-anak yang merayakan Syawalan di Kampung Jaten Cilik Pedurungan, Rabu pagi (13/7). Begitu rentengan petasan kecil menyalak pukul 04.30 WIB, sekelompok anak kecil langsung semburat keluar rumah untuk berebut ketupat berisi sayuran tersebut.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Beberapa anak kecil bahkan rela berlarian demi mendapatkan ketupat yang telah melegenda di Semarang itu. Tak kurang 250 anak berebut 100 ketupat yang digantungkan di rumah-rumah warga.

Ketupat atau kupat dalam aksen Jawa, memang kerap menjadi pilihan buat masyarakat Jawa saat 1 Syawal tiba. “Enak, Mas ketupatnya. Enggak usah repot-repot pakai krecek kan ini udah ada sayurannya,” aku Alim, bocah 9 tahun saat menyantap kupat jembut.

Munawir, warga setempat mengaku perayaan kupat jembut pada bulan ini bisa dibilang lebih istimewa, karena selain diikuti lebih banyak warga, perayaannya juga tambah semarak dengan pesta petasan dan kembang api.

“Tahun lalu enggak ada, baru ada pesta mercon tahun ini. Kita bentuk panitia acara biar acaranya teratur dan semakin semarak,” kata lelaki bertubuh kurus ini kepada metrosemarang.com.

Perayaan Syawalan dengan bagi-bagi kupat jembut makin meriah dengan kehadiran warga luar kota yang baru sempat mudik ke kampungnya pada hari ini.

“Banyak warga perantau pilih mudik sekarang biar bisa ikut rayahan kupat jembut. Jadinya ya semakin ramai,” terang Munawir.

Ia bilang pembagian kupat jembut juga menjadi berkah bagi anak-anak di kampungnya. Sebab, sebagian orang juga menebar lembaran uang receh saat acara berlangsung.

“Bagi anak-anak ini adalah berkah buat mereka. Ada yang dapat saweran Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu dan kita memaknai pembagian kupat jembut sebagai sedekah sekaligus penyempurna ibadah puasa yang sudah dijalani selama 30 hari,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.