Ratusan Anggota Panwaslu Siap Tangkal Black Campaign di Jateng

METROSEMARANG.COM – Ratusan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah menyatakan siap menangkal aksi kampanye hitam (black campaign) yang muncul saat pelaksaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 nanti. Komitmen tersebut menyeruak usai mereka dilantik oleh Bawaslu Jateng di Hotel Setos Jalan Gajahmada.

Pelantikan anggota Panwaslu Jateng di Hotel Setos Semarang.

“Panwaslu dari berbagai daerah sudah kami pilih dan dilantik Jumat kemarin. Kami akan melakukan pengawasan secara intensif pelaksanaan pilkada tersebut,” ungkap Koordinator Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo saat dikontak metrosemarang.com, Minggu (27/8).

Teguh mengaku bakal mengerahkan semua anggotanya untuk turut memperketat pengawasan di tengah masyarakat.

Hal ini dilakukan demi mengawasi pelaksanaan Pilgub Jateng. Apalagi ia menyatakan Pilgub tahun depan berbarengan dengaj Pilkada serentak tujuh kabupaten/kota.

Jika ditemukan paslon melakukan black campaign, ia tak segan untuk menindak tegas. “Khusus untuk kampanye dengan memanfaatkan isu seputar keyakinan dan etnik untuk meraup dukungan akan ditindak tegas,” katanya.

Dilain pihak, Direktur Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI), Muchamad Yuliyanto memprediksi bahwa isu SARA yang muncul di Pilgub DKI Jakarta akan sulit diterapkan saat Pilgub Jateng berlansung tahun depan. Sebab, Isu-isu seperti itu sebenarnya mengabaikan rasional pemilih.

PDIP juga belajar dari kekalahan di Pilgub Jakarta sehingga tidak akan mencalonkan kader dari kalangan minoritas.

Yuliyanto menambahkan isu yang bersifat sensitif dengan keyakinan dan agama masih akan menjadi pertimbangan para pemilih dalam menentukan pilihannya pada pilgub nanti.

Dari survei yang digelar lembaganya, dari 3.000 responden, sekitar 46,5 persen di antaranya menempatkan SARA sebagai pertimbangan dalam memilih.
“Isu SARA masih cukup efektif. Tapi, ini harus dihindarkan karena mengabaikan calon dari segi kualitas,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.