Ratusan Bangunan di Sawah Besar bakal Tergusur Banjir Kanal Timur

Kios-kios di bantaran Banjir Kanal Timur akan ditertibkan. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Kios-kios di bantaran Banjir Kanal Timur akan ditertibkan. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Sepanjang bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini penuh kios dan toko yang berbentuk bangunan permanen. Bangunan tersebut terindikasi liar dan harus digusur sebelum pelaksanaan normalisasi BKT.

Ratusan bangunan permanen tersebut nampak berdiri berderet-deret di sepanjang Jalan Sawah Besar. Seluruhnya tidak memiliki izin karena pendirian bangunan di bantaran sungai memang dilarang.

Gubernur Ganjar Pranowo yang meninjau kawasan BKT, Kamis (7/5) sore berkesempatan melakukan sosialisasi awal kepada warga pemilik bangunan. Ia menemui Sukardi (72) pemilik warung yang terletak di pojok Jalan Sawah Besar.

Ganjar menanyakan apakah Sukardi memiliki izin untuk menggunakan bantaran sungai. Didampingi istri dan anaknya, Sukardi mengakui jika lahan yang ia tempati ilegal. Ia pun tidak mengurus izin penggunaan bantaran.

“Nggih ngertos menawi salah. Tapi tanah niki kan rumiyin nganggur, nggih kula panggoni, pados upo kok pak,” kata Sukardi.

Ganjar lantas menjelaskan bahwa BKT akan dinormalisasi untuk membersihkan sedimentasi dan mengurangi banjir di Semarang. Ia meminta Sukardi dan warga lain bisa mengerti karena semuanya untuk kebaikan bersama.

“Mangkeh diparingi panggonan sanes kangge dodolan. Purun mboten,” kata Ganjar. Sukardi pun menganggukkan kepala. (byo)

You might also like

Comments are closed.