Ratusan Desa di Jawa Tengah Rawan Tertimbun Longsor

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memperketat pemantauan titik rawan longsor di daerahnya. Saat ini, Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan ada ratusan desa yang rawan longsor.

Longsor di Desa Clapar, Banjarnegara. Foto: metrosemarang.com/dok
Longsor di Desa Clapar, Banjarnegara. Foto: metrosemarang.com/dok

Ia bilang desa-desa yang rawan tertimbun longsoran tebing itu berada di Kabupaten Karanganyar, Wonosobo, Kebumen, Temanggung, Banjarnegara, Purbalingga, Boyolali dan Magelang.

“Itu karena wilayahnya berada tepat di tebing yang curam sehingga bila hujan lebat tiba maka kontur tanah bisa tergerus,” ungkap Sarwa kepada metrosemarang.com, Senin (11/4).

Sarwa menyatakan, ratusan desa tersebut saat ini dikelilingi tebing yang rawan ambrol karena berada di kaki Gunung Lawu, Gunung Slamet, Merbabu, Sumbing dan Merapi.

Kendati demikian, ia menegaskan bencana longsor bakal berangsur mereda seiring menurunnya intensitas curah hujan yang terjadi pada akhir April nanti. “April saya kira tidak banyak terjadi longsor lagi karena hujannya sudah berkurang, jelasnya.

Soal data jumlah korban longsor selama awal tahun ini, ia menyebutkan ada ratusan orang. Tapi yang tewas di lokasi kejadian hanya beberapa orang saja. (far)

You might also like

Comments are closed.