Ratusan Korban Longsor Banjarnegara Terjangkit ISPA

METROSEMARANG.COM – Ratusan korban tanah longsor di Desa Clapar Maduara, Banjarnegara terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama mengungsi di posko-posko yang disediakan relawan SAR. Mereka saat ini masih ditangani oleh tim medis.

“Sudah ada 273 korban longsor yang mengeluh kena penyakit ISPA, Myalgia dan pegal-pegal. Sekarang mereka sedang diperiksa oleh dokter-dokter yang ada di tiap posko,” kata Sarwa Pramana, Kepala BPBD Jateng dalam pesan singkat yang diterima metrosemarang.com, Kamis (31/3).

Longsor Banjarnegara
Longsor Banjarnegara

Ia menyatakan, pasien sebanyak itu datang memeriksakan diri secara rutin tiap hari. Padahal, kata Sarwa, jumlah pengungsi yang masih bertahan ada  85 orang dengan total sebanyak 296 jiwa meliputi 161 orang laki-laki dan 135 perempuan. “Di antaranya empat ibu hamil, delapan bayi di bawah usia satu tahun, delapan balita serta 131 lansia,” terang Sarwa.

Menurutnya, sebanyak 271 personel relawan gabungan kini disebar di seluruh area longsor untuk menjangkau korban-korban yang belum diungsikan. Tim relawan terdiri dari BPBD, Basarnas, Kodim 0704/BNA, Polres Banjarnegara, Kecamatan Madukara,  Banser, Tagana, PMI, Bela Negara.

Terkini, Sarwa memaparkan jumlah rumah rusak berat akibat longsor telah mencapai 20 unit, dua rumah rusak sedang, empat rumah rusak ringan, dan 33 rumah terancam rusak. “Intensitas curah hujan membuat kami was-was di lokasi kejadian,” tukasnya.

Seperti diketahui, hujan lebat yang terjadi pada Kamis (24/3), pukul 18.00 WIB, mengakibatkan terjadinya tanah bergerak di Desa Clapar Banjarnegara dengan luas lebih dari 5 hektare atau sejauh 1,2 kilometer dengan pergerakan yang tergolong lambat. Area longsor terus meluas dan hingga kini mencapai 8 kilometer. (far)

You might also like

Comments are closed.