Ratusan Penerima Voucher UN Swissindo Kudus Kecele

METROSEMARANG.COM – Ratusan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus menggeruduk Kantor Cabang Bank Mandiri Kudus, Jumat (18/8). Mereka bermaksud untuk melakukan registrasi atas voucher human obligation atau biaya peningkatan kesejahtetaan hidup (M1) dari UN Swissindo yang diterimanya.

Warga mendatangi kantor Cabang Bank Mandiri Kudus, Jumat (18/8). Foto: metrojateng.com

Namun ternyata voucher tersebut tidak dapat dicairkan alias palsu. Di dalam voucher, tiap penerima mendapatkan uang senilai 1.200 US Dollar atau sekitar Rp 15,6 juta kurs Rp 13 ribu.

Purwadi, warga Prambatan Lor, Kudus mengaku telah mendapatkan voucher dari seorang pengurus UN Swissindo Kudus, tanpa dipungut biaya. “Tidak ada pungutan bagi penerima, dan pembagiannya didatangi rumah per rumah,” katanya.

Sofyan Tasuri, penerima voucher lain menambahkan bahwa ia mengaku hanya mengikuti instruksi voucher yang ia terima.

“Saya ikut yang lain saja. Datang ke bank untuk registrasi pencairan uang. Kalo ini palsu juga tidak merugikan saya, karena tidak ada pungutan biaya,” ucapnya.

Warga penerima voucher pun kemudian melakukan audiensi dengan pihak Bank Mandiri Kudus. Akhirnya, mereka kecele dan pulang dengan tangan kosong, setelah Bank Mandiri menyebut tidak ada kerjasama dengan UN Swissindo.(metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.