Ratusan Pohon Tua di ‘Segitiga Emas’ Semarang Rusak Ditancapi Paku

Penertiban atribut kampanye yang menempel di pohon oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Penertiban atribut kampanye yang menempel di pohon oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Petugas Satpol PP Kota Semarang mensinyalir maraknya pemasangan reklame liar di wilayahnya, membuat ratusan pepohonan berusia tua rusak. Menurut Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, Kusnandir, hal itu tak lepas dari sikap egoisme pemasang iklan yang tak mengindahkan aturan pemasangan papan reklame oleh Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR).

“Biro-biro iklan itu egois, penginnya semaunya sendiri memasang papan reklame di sembarang tempat sampai-sampai banyak pohon tua rusak ditancapi paku reklame,” ungkap Kusnandir, Sabtu (12/9), menanggapi maraknya pemasangan reklame liar yang tak kunjung mereda.

Lebih lanjut, Kusnandir memaparkan, kerusakan parah terjadi di pohon-pohon tua kawasan ‘Segitga Emas’ Semarang. Kawasan yang dimaksud itu melingkupi gedung perkantoran di sepanjang Jalan Gajahmada, Pandanaran, Pemuda dan Simpang Lima.

“Jumlah pohon yang dipaku sekarang ada ratusan batang. Padahal, titik-titik itu tidak boleh dipaku,” kata Kusnandir.

Karena itulah, ia tak pernah berhenti menginstruksikan personelnya untuk giat mencabuti reklame liar yang tertancap di batang pepohonan. “Kami pada prinsipnya kalau salah ya tetap diambil reklamenya,” terang Kusnandir.

Kerugian akibat merusak pohon di pinggir jalan, kata Kusnandir, tak bisa dihitung secara materiil, tapi hal itu pasti mengancam ekosistem pepohonan serta mengganggu keindahan kota.

Kusnandir pun mendesak kepada Dinas PPJR agar mengawasi ketat penerbitan izin pemasangan reklame. Berdasarkan hasil kerja personel Satpol PP sepanjang Januari-September 2015, mereka sudah mencabuti 800 unit papan reklame yang berstatus legal maupun ilegal. “Itu jumlahnya masih banyak lagi karena saya sekali angkut reklame terdapat 40 unit,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.