Peringati Hari AIDS, PSK Sunan Kuning Bagikan Kondom Gratis di Tugu Muda

Ratusan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning akan memperingati Hari AIDS Sedunia dengan menggelar renungan pada Kamis (3/12) besok. Foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto
Ratusan PSK di Lokalisasi Sunan Kuning akan memperingati Hari AIDS Sedunia dengan menggelar renungan pada Kamis (3/12) besok. Foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang akan menggelar renungan bersama untuk puncak peringatan Hari AIDS sedunia pada Kamis (3/12) besok. Selain itu, mereka juga membagikan ratusan kondom gratis kepada pengguna jalan di Bundaran Tugu Muda.

Wakil Ketua Resos Argorejo Iswanto, mengatakan saat ini ia telah mengumpulkan sedikitnya 150-200 pekerja seks penghuni lokalisasi Sunan Kuning untuk dilakukan pembinaan serta penyadaran atas bahaya virus mematikan tersebut.

“Untuk memperingati Hari AIDS kita hari ini lakukan pembinaan bagi semua anak asuh yang ada di sini,” kata Iswanto, kepada metrosemarang.com, (30/11).

Iswanto mengungkapkan, pembinaan dilakukan khususnyabagi pekerja seks freelance yang keluar masuk di Resos. Peringatan Hari Aids akan digelar bersama aktivis HIV/Aids Lentera ASA dan Griya ASA.

“Hari ini yang ikut 150-200 PSK dari total 540 orang. Kita datangkan penyuluh dari Dinsospora dan Dinkes untuk cek kesehatan,” bebernya.

Dari total 540 pekerja seks yang tinggal di Sunan Kuning, kata dia, ia telah membagi tiga tahap pembinaan yakni Senin, Selasa dan Kamis. Di hari Kamis besok, puncak peringatan Hari AIDS Sedunia akan dilakukan dengan mengadakan renungan bersama yang diikuti semua warga lokalisasi.

Tak hanya itu saja, PSK Sunan Kuning juga akan membagikan kondom gratis bagi pengguna jalan. Ia mengungkapkan, saat ini tingkat kesadaran PSK untuk memakai kondom kini semakin membaik. Saat ini, sudah banyak PSK yang paham soal penularan penyakit IMS dan telah menghindari HIV/AIDS.

“Kita sekarang mewajibkan di tiap kamar wisma minimal ada kondom 20 buah untuk dipakai setiap minggu,” tutupnya.

Sementara itu, seorang pekerja seks yang enggan disebutkan namanya mengaku cukup senang dengan peringatan Hari AIDS tahun ini. Ia sendiri baru tinggal setahun terakhir di Sunan Kuning setelah sebelumnya menjajakan tubuhnya di pinggir jalan. “Senang juga bisa tahu seluk beluk penanggulangan penyakit HIV/AIDS di sini,” bebernya.

Dilain pihak, Kepala Klinik Griya ASA, Dwi Yoga Yulianto memaparkan sepanjang tahun ini penyebaran virus HIV/AIDS di lokalisasi Sunan Kuning dapat ditekan melalui berbagai program penyuluhan kesehatan. Ia mencatat menjelang tutup tahun 2015 telah memberikan pendampingan bagi 30 pasien ODHA yang terjangkit virus mematikan tersebut. (far)

You might also like

Comments are closed.