Ratusan Ribu Warga Terancam Tak Miliki Kartu Indentitas

Proses rekam data e-KTP di Kecamatan Semarang Barat. Sampai sekarang, belum semua warga menerima e-KTP. Foto Metrosemarang
Proses rekam data e-KTP di Kecamatan Semarang Barat. Sampai sekarang, belum semua warga menerima e-KTP. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Ratusan ribu warga Kota Semarang terancam tidak memiliki identitas kartu kependudukan yang sah. Hal ini karena Kementerian Dalam Negeri menghentikan sementara pencetakan fisik e-KTP hingga 1 Desember 2014.Sementara masa berlaku KTP manual akan habis pada 31 Desember mendatang.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang Mardiyanto, di Semarang masih ada 139.311 wajib KTP yang belum perekaman data dari total 1.205.691. Sedangkan yang sudah perekaman data 1.066.380 atau baru sekitar 88,45%.

‘’Artinya, kalau pencetakan fisik e-KTP itu dijalankan 139.311 warga bisa terancam tidak memiliki identitas kartu kependudukan,’’ kata Mardiyanto.

Jumlah itu belum termasuk warga yang sudah perekaman namun belum menerima kartu e-KTP. Karena proses pencetakannya masih belum jadi. Jumlahnya tersebut ada sekitar 12.000-an warga. Jumlah itu juga belum termasuk remaja yang akhir tahun ini akan berumur 17 tahun, batas wajib warga memiliki identitas kartu kependudukan.

Menurut Mardiyanto, informasi penghentian sementara pencetakan kartu e-KTP itu baru diketahuinya dari media. Namun surat resminya dari Kementerian Dalam Negeri sampai saat ini belum diterima. Sehingga membingungkan karena butuh dasar hukum yang jelas bagi pihaknya untuk menghentikan pencetakan kartu e-KTP.

‘’Dulu kan pencetakannya dilakukan langsung pusat, sekarang dilakukan oleh (daerah) kami sendiri, jadi harusnya ada dasar hukumnya. Termasuk informasi pengosongan kolom agama, seharusnya juga ada Kepresnya,’’ ujarnya (MS-13)

You might also like

Comments are closed.